Selasa, 19 Agustus 2008

ARTI GEREJA YANG SESUNGGUHNYA


1. Apa itu Gereja?
a. Gereja Sebagai Sebuah Persekutuan
Dalam bahasa Yunani, gereja disebut ekklesia (ek=keluar, kaleo=memanggil). Secara harafiah berarti memanggil keluar. Yang menjadi subyek dari kata memanggil keluar dalam pengertian ini adalah Allah. Sehingga pengertian dari ekklesia adalah persekutuan dari orang-orang yang dipanggil keluar dari kegelapan masuk ke dalam terang-Nya yang ajaib (I Petrus 2:9-10) Atau secara singkat gereja adalah persekutuan orang-orang percaya.
b. Gereja sebagai tempat bersekutu
Walaupun kekristenan memahami bahwa gereja bukanlah gedung atau tempat melainkan orangnya, toh seringkali kita memahami dan merujuk gereja sebagai tempat umat bersekutu. Yang pasti dimana ada umat bersekutu didalam Kristus disitulah gereja berada.

2. Gambaran tentang gereja
Alkitab khususnya Perjanjian Baru menggunakan istilah gereja dengan bermacam-macam gambaran, antara lain:
a. Bangunan Allah (I Kor. 3:9; 17:2; Ef.2:20-22; I Tim. 3:15) yang dipakai untuk menggambarkan keberadaan gereja, sebab Kristus sendiri merupakan batu penjuru dari bangunan ini (Mat. 16:18; I Kor. 3:11; I Ptr 2:6-7).
b. Tubuh Kristus (Ef. 1:22-23). Gambaran gereja sebagai tubuh Kristus yang ditekankan adalah kesatuan. Satu hal yang nampak jelas dari tubuh yaitu kesatuan. Meskipun dalam tubuh banyak terdapat keanekaragaman (kaki, mulut, tangan, dll) namun segala pertentangan ditiadakan. Rasul Paulus dalam Kolose 1:18 mengatakan bahwa Kristus-lah yang menjadi Kepala atas tubuh yakni Gereja. Semua anggota dipersatukan di dalam Dia, sehingga tubuh itu menjadi tanda keterikatan dalam persekutuan yang mendalam. Dalam Roma 12:4, dikatakan tidak semua anggota mempunyai tugas yang sama. Jadi gereja sebagai tubuh Kristus, di dalam cara hidupnya harus menampakan hidup Kristus, melalui kata-kata dan perbuatan yang harus diterangi oleh terang Kristus.

3. Sifat Gereja
a. Kudus
Kata “Kudus” berasal dari bahasa Ibrani qadosy yang berarti disendirikan, diasingkan, dipisahkan dari yang lain, berbeda dari yang lain. Kekudusan Gereja bukan karena ia kudus adanya, tetapi karena dikuduskan oleh Kristus. Rasul Paulus menyebutkan bahwa Jemaat adalah mereka yang dikuduskan di dalam Kristus (Fil.1:1 ; 1 Kor. 1:2 ; Ef. 1:1). Gereja adalah kudus, diasingkan tapi bukan “mengasingkan diri” karena Gereja disuruh ke dalam dunia untuk memberitakan Injil Yesus Kristus. Adanya Gereja di dunia ini ialah untuk dipakai dalam karya penyelamatan Allah.
b. Am
Gereja adalah am, khatolik, universal, tersebar di seluruh dunia. Am berarti umum, oleh sebab itu Gereja “menerobos” segala pembatas dan memiliki perpektif yang umum. Gereja sebagai yang am harus bersifat universal sebab kasih Allah itu ditujukan kepada dunia. Jadi Gereja bukan dan janganlah jadi suatu “golongan elite”. Gereja tidak terbatas pada suatu daerah/ suku/ bangsa atau bahasa tertentu tapi meliputi seluruh dunia (2 Kor. 5,19). Gereja tidak terbatas pada suatu zaman, tapi meliputi zaman yang lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.


c. Persekutuan Orang Percaya/Kudus
Kata Persekutuan orang Kudus diterjemahkan dari Communio Sanctorum. Kata sanctorum berasal dari kata sancta atau sanctus yang berarti barang-barang atau orang-orang kudus. Sedangkan kata communion berarti persekutuan. Sehingga ungkapan gereja sebagai persekutuan orang kudus harus dipandang sebagai persekutuan di dalam Kristus oleh Roh Kudus. Jadi, gereja bukan terdiri dari orang-orang yang telah sempurna melainkan terdiri dari orang-orang berdosa sekalipun telah dikuduskan. Maka ungkapan “persekutuan orang Kudus” harus dipandang sebagi suatu tugas yang masih harus diperjuangkan dan itu senantiasa mempunyai arti yang konkret dalam kenyatan hidup di dunia ini. Gereja sebagai persekutuan orang kudus mengarah kepada persekutuan dengan Kristus, persekutuan yang berdasarkan kasih, bahwa kita harus saling mengasihi karena Allah telah mengasihi kita (I Yoh. 4:11; II Yoh. 5; I Kor 12:26)
d. Satu
Gereja adalah kesatuan umat Kristen, tempat bersekutu sesuai dengan kehendak Yesus Kristus, kepala gereja. Satu dalam memberitakan Injil (Mat. 28,18-20), satu dalam mengemban misi, mengasihi sesama dan mengasihi Tuhan (Mat.22,37-40), satu dalam iman dan pengharapan(Ef. 4:4-5). Oleh sebab itu dalam kepelbagaian kita, Tuhan mempersatukan kita. Di dalam kepelbagaian itu kita dapat bersatu menampakkan kepatuhan kita sebagai Gereja kepada Tuhan Yesus (Yoh. 17, 21).

(bersambung …..)

6 komentar:

Andreas mengatakan...

Cerita yang menarik,jangan berhenti menulis,biarlah melalui tulisan yang Anda buat lebih banyak lagi orang yang diberkati

reaching for the star mengatakan...

terimakasih ya PAk ..
tulisannya sgt membantu :)

GBU

Maria Mahapatih mengatakan...

terima kasih ya Pak...

elsafan arisoy mengatakan...

aleluyah..amin....aku ucapin trimakasi banyak bwtttt yg membuat renungan ini.....smoga menjadi pedoman dan pegangan hidup bagi z dan yg lain


amin

elsafan arisoy mengatakan...

aleluyah..amin....aku ucapin trimakasi banyak bwtttt yg membuat renungan ini.....smoga menjadi pedoman dan pegangan hidup bagi z dan yg lain

elsafan arisoy mengatakan...

kadang kita tdk tau apa yg kita lakukan .....tapi Tuhan tau....kadang kita tdk sadari apa yg uda kita perbuat....tapi semua yang kita lakukan itu ada campur tangan Tuhan ....karna itu jangan lah kita lupah akan rmh yg mtelah ..mempersatukan iman kita....Amin ...pujilah Tuhan aleluya....
ada kusa dalam darah yesus....