Minggu, 27 Februari 2011

TATA KEBAKTIAN MINGGU SENGSARA I GEREJA KRISTEN PASUNDAN

Minggu, 6 Maret 2011

Tema:
“Takut akan Allah dengan Turut Menegakkan Kebenaran”


*lagu-lagu dalam kebaktian minggu sengsara ini bila memungkinkan diiringi oleh musik bernuansa etnik Sunda (degung) atau keroncongan.


 Persiapan (Doa Konsistori)
 Seorang Majelis Jemaat memasuki ruang kebaktian menyalakan lilin Minggu Sengsara I, kemudian menyampaikan salam pembuka kepada jemaat dan membacakan pokok-pokok warta jemaat.
 Saat Teduh

Pengantar Ibadah
MJ : Sidang Jemaat yang terkasih di dalam Tuhan kita Yesus Kristus, saat ini kita telah memasuki minggu-minggu sengsara, yakni masa untuk menghayati kembali pengorbanan Tuhan Yesus Kristus bagi umat manusia. Oleh karena itu, marilah kita sucikan hati dan tanggalkan semua beban pikiran agar kita dapat beribadah dengan sungguh-sungguh dan berkenan di hadapan-Nya.

Mari kita berdiri dan menyanyikan PKJ 4:1,2 “Angkatlah Hatimu Pada Tuhan”

(Sementara Jemaat bernyanyi Pelayan Firman dan Majelis Jemaat memasuki ruang kebaktian dari pintu depan gereja)

Votum dan Salam
PF: Kebaktian Minggu Sengsara I ini berlangsung dalam pengasihan Allah Bapa Pencipta langit dan bumi, yang kasih setia-Nya tidak berkesudahan bagi kita umat manusia dan bagi segenap ciptaan di bumi.
J: Amin
PF: Damai dan sejahtera melimpahi saudara yang hidup dalam iman dan kesetiaan kepada Yesus Kristus, Tuhan dan penebus kita!
J: Damai dan sejahtera melimpahi saudara juga!

Nas Pembimbing
PF: Firman Tuhan yang membimbing kita dalam kebaktian Minggu Sengasara I ini terambil dari Matius 10:28 : ..........................
J: Menyambut dengan menyanyikan PKJ 184:1,2 “Nama Yesus Termulia”

Doa Syukur (Jemaat duduk)
(dibawakan oleh MJ)

Menyanyikan Kidung Kabungahan 87:1-3 “Aya Hiji Gusti Luhur Pangkatna”


Pengakuan Dosa
MJ: Jemaat yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, ditengah segala berkat dan anugerah yang telah kita terima dan syukuri bersama, kita menyadari bahwa dosa masih melekat dalam kehidupan kita. Oleh karena itu kini tiba saatnya bagi kita, kembali mengakui dosa kita dan memohon pengampunan dari Tuhan. Mari kita berdoa.

........

Dengan kerendahan hati kami datang kepada-Mu untuk mengakui setiap dosa dan kesalahan kami. Sebagai pribadi kami menyadari bahwa kami seringkali gagal dalam membina diri untuk menjadi lebih baik. Kami lebih senang mencari kepuasan diri daripada melakukan perintah Tuhan. Firman yang kami dengar pun lebih sering berlalu tanpa meninggalkan jejak perubahan. Dalam perjuangan hidup kami seringkali terpikat untuk mempergunakan cara yang salah, sehingga kebenaran tak lagi terpancar dari dalam diri kami. Sungguh kami berdosa di hadapan-Mu, kasihanilah kami ya Tuhan.

J: Menyanyikan Kidung Kabungahan 39:1 “Sim Abdi Hayang Pisan”

MJ: Dalam kehidupan berkeluarga, kamipun menyadari bahwa kehadiran kami belum sepenuhnya memenuhi harapan Kristus. Cinta kasih di antara kami masih terasa semu, karena ego dan keangkuhan diri masing-masing anggota keluarga. Bukan saling mendukung, malah saling menyalahkan dan mencari pembenaran sendiri. Kesalahpahaman kecil bisa menjadi perselisihan yang panjang dan menimbulkan luka hati yang sulit untuk disembuhkan. Sungguh kami berdosa di hadapan-Mu, kasihanilah kami ya Tuhan.

J: Menyanyikan Kidung Kabungahan 39:2 “Sim Abdi Hayang Pisan”

MJ: Seperti hidup berkeluarga, demikian pula hidup berjemaat. Masih sering kami saling menyimpan rasa curiga. Berlomba menunjukkan kasih tapi sayang tanpa ketulusan. Apa yang kami lakukan hampa, karena seringkali tidak disertai oleh motivasi yang benar. Gereja yang seharusnya menjadi tempat bersemayanya damai dan sejahtera, perlahan berubah menjadi tempat berlabuh manusia berhati picik dan bermuka dua. Kami terlena dan terlelap, sehingga persekutuan yang kami jalin berhenti melangkah maju. Sungguh kami berdosa di hadapan-Mu, ampunilah kami ya Tuhan. Amin.

J: Menyanyikan Kidung Kabungahan 39:3 “Sim Abdi Hayang Pisan”

Berita Anugerah dan Petunjuk Hidup Baru
PF: Dalam Yesaya 43:1b, Allah telah berfirman : ... “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.” Terpujilah Allah Bapa, yang berlimpah anugerah. Ia tidak meninggalkan kita, Ia senantiasa hadir untuk membasuh dan memulihkan hidup kita. Marilah kita sambut anugerah dari Allah dengan hati penuh syukur, disertai tekad untuk menata hari esok dengan perbuatan yang berkenan di hadapan Allah, seperti tertulis dalam I Petrus 1:13-16 : ............................

Sebagai tanda bahwa persekutuan kita dengan Allah dan dengan sesama telah dipulihkan marilah kita bangkit berdiri saling berjabat tangan sambil menyanyikan lagu “Kucinta Keluarga Tuhan”

Kuncinta k’luarga Tuhan, terjalin mesra sekali
Semua saling mengasihi betapa s’nang kumenjadi k’luarganya Tuhan
Pembacaan Mazmur : Mazmur 99:1-9
• Dipandu oleh MJ
• Setelah pembacaan Mazmur jemaat menyambut dengan KJ 48 “Kemuliaan Bagi Bapa”

Pemberitaan Firman Tuhan (Jemaat duduk)
• Doa Eplikese
• Pembacaan Alkitab : Keluaran 1:15-22
Selesai pembacaan Alkitab:
PF “Berbahagialah Setiap Orang yang mendengar dan melakukan Firman Tuhan dalam hidupnya.”
J (Menyanyikan) Hosiana… Hosiana… Hosiana
• Khotbah

Pengakuan Iman Rasuli (Jemaat berdiri)
(dipandu oleh Majelis Jemaat)

Paduan Suara/ Vocal Group (Jemaat duduk)

Doa Syafaat
Doa syafaat dibawakan oleh perwakilan jemaat terdiri dari seorang ibu, bapak, anak/pemuda, dan ditutup oleh PF, dengan pokok doa sebagai berikut:
Seorang ibu:
- Mendoakan setiap pribadi anggota jemaat dalam perjuangan menyatakan kebenaran di tengah hidup keluarga, gereja, tempat kerja, dan masyarakat.
- Kegiatan persekutuan, pelayanan, dan kesaksian di jemaat dan seluruh bagian GKP.
Seorang bapak:
- Mendoakan pelaksanaan hasil keputusan rapat kerja sinode dalam lingkup sinodal, klasis, dan jemaat.
- Mendoakan para pelayan, yakni pendeta, vikaris, majelis jemaat, dan komisi-komisi di lingkungan GKP agar dapat melayani dengan sepenuh hati, tulus, dan menjunjung tinggi kebenaran.
Seorang anak/pemuda:
- Mendoakan perjuangan bangsa mengatasi setiap krisis dan konflik, juga para korban bencana alam.
- Mendoakan para pemimpin bangsa agar bisa memerintah dengan adil dan bijaksana, serta mengutamakan kepentingan rakyat.
PF :
- Mendoakan anggota jemaat yang sakit, berulang tahun, dan pergumulan pribadi anggota jemaat.
- Mengakhiri dengan Doa Bapa Kami.

Persembahan Syukur
MJ : Saudara-saudara, marilah kita datang kehadirat Tuhan dengan membawa persembahan syukur kita, sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah, sambil mengingat pesan Firman Tuhan dalam Amsal 3:9-10 : ..........
Persembahan diiringi nyanyian Kidung Kabungahan 14:1, dst. “Nun Panuyun nu di Manggung”

Doa Persembahan (Jemaat berdiri)

Pengutusan dan Berkat
PF : Pada Minggu Sengsara I ini, Saudara telah mendengar Firman Tuhan, untuk: ....(menyampaikan pesan Firman Tuhan dalam khotbah)...
Mari kita laksanakan Firman Tuhan ini dengan segenap hati dalam kehidupan kita hari lepas hari. Kiranya Roh Kudus akan menuntun dan memberi kekuatan kepada kita.

J: Menyanyikan PKJ 185:1,3,5 “Tuhan Mengutus Kita”

PF: Arahkanlah hati kepada Allah dan sambutlah berkat-Nya:
“Allah Bapa di dalam Yesus Kristus kiranya mengaruniakan kepada saudara damai sejahtera dalam segala hal. Persekutuan hidup dengan Roh Kudus senantiasa menopang dan meneguhkan saudara sekarang sampai selama-lamanya. Hosiana, Amin.”

J: Hosiana 5x, Amin 3x (Dinyanyikan)

Saat Teduh

Rabu, 10 Februari 2010

LITURGI MINGGU SENGSARA I GEREJA KRISTEN PASUNDAN (GKP)

LITURGI
MINGGU SENGSARA I
GEREJA KRISTEN PASUNDAN (GKP)
Minggu, 14 Februari 2010

Tema:
“SEMUA KARENA KASIHNYA”



PERSIAPAN
-Doa Konsistori
-Saat Teduh diiringi Instrumentalia Musik.
-Pokok-pokok Warta Jemaat oleh MJ

PROSESI MASUK
MJ : Saudara-saudara, hari ini kita akan memasuki Minggu Sengsara yang pertama Mari kita bangkit berdiri, dan memuji Tuhan dari PKJ 298 “Angkatlah Gita Baru”
(dinyanyikan 3x atau lebih sampai Prosesi selesai & diawali oleh Pemandu Pujian/Kantoria)

Pelayan Firman dan Majelis Jemaat memasuki ruang ibadah dari pintu masuk utama. Seorang Majelis Jemaat membawa satu buah lilin dan menyalakannya sebagai tanda memasuki Minggu Sengsara I sebagai bagian dari Masa Raya Paskah.

VOTUM DAN SALAM

PF : Ibadah Minggu Sengsara I ini terjadi karena pertolongan kita adalah di dalam nama Tuhan yang menciptakan langit dan bumi.
J : Amin
PF : Salam Sejahtera bagi Saudara sekalian!
J : Salam Sejahtera bagi Saudara juga!

NAS PEMBIMBING

PF : Nas Pembimbing dalam Ibadah Minggu Sengsara I ini diambil dari Injil Yohanes 3:16………………
J : (Menyanyikan) PKJ No. 242:1-2 “Seindah Siang Disinari Terang”

DOA SYUKUR (duduk)

MJ : Saudara-saudara…
Betapa kita patut bersyukur atas segala kasih dan setia Tuhan. Hari demi hari kita lalui, badai dan gelombang silih berganti menerpa kehidupan kita. Namun karena anugerah-Nyalah kita diberikan kekuatan hingga tegar berdiri saat ini. Karenanya mari kita naikkan syukur kita kepada Tuhan. Yang akan kita awali dengan doa syukur kita secara pribadi kepada Tuhan di dalam Saat teduh

Umat Bersyukur secara pribadi dengan diiringi instrument musik dari PKJ No. 299 “Bersyukur Puji Tuhan”

MJ : Syukur kami haturkan ke hadirat-Mu yang kudus ya Allah Bapa, karena kasih setiaMu kepada kami sepanjang kehidupan ini. Kami bersyukur atas keselamatan yang telah Engkau berikan di dalam Putera-Mu Yesus Kristus sehingga kami dilayakan untuk datang menghadap tahtaMu yang Kudus.
J : Menyanyikan PKJ 299 (2x)
MJ : Kami bersyukur atas pergumulan dan persoalan yang kami hadapi di dalam keluarga karena ditengah-tengah persoalan tersebut kami percaya ada tangan kasihMu yang senantiasa menopang dan menguatkan kami.
J : Menyanyikan PKJ 299 (2x)
MJ : Kami bersyukur atas persekutuan kami, Gereja Kristen Pasundan, yang telah Engkau sertai dan berkati. Kendati begitu banyak tantangan dan masalah yang kami hadapi baik dalam kehidupan berjemaat, klasikal dan sinodal, kami tetap dimampukan untuk terus melangkah, terlebih ketika kami akan memasuki usia yang ke 76 tahun. Itu semua karena kasih setiaMu.
J : Menyanyikan PKJ 299 (2x)
MJ : Kami bersyukur atas tahun-tahun yang Engkau nyatakan bahkan pada hari ini kami memasuki Minggu Sengsara I. Selama 7 minggu ke depan mampukan kami untuk terus memaknai Minggu-minggu Sengsara Kristus dalam kehidupan pribadi, keluarga, persekutuan dan kehidupan bermasyarakat.
MJ + J : Terpujilah Engkau ya Allah Bapa didalam Yesus Kristus, sekarang sampai selama-lamanya, Amin!

PENGAKUAN DOSA

PF : Mari kita berdoa:
Tuhan, sungguh kami menyadari bahwa hidup yang kami jalani begitu berat. Keterpurukan seringkali kami hadapi, kegagalan dan kehancuran menjadi makanan kami. Kami seringkali kecewa ketika impian dan harapan kami tak sesuai dengan kenyataan.
J : Kami mengakui Tuhan bahwa kekecewaan seringkali hadir dalam kehidupan pribadi, keluarga pekerjaan, bahkan dalam persekutuan kami. Akibtnya mata hati kami tertutup untuk menatap cahaya kasih-Mu, dosa telah menyilaukan kami
PF : Seringkali kami memaksakan apa yang kami inginkan tanpa mau melihat apa yang sebenarnya Engkau kehendaki. Hati kami telah dibutakan oleh kerakusan, ketamakan dan ketidakpuasan.
J : Sungguh sikap yang buruk tersebut telah membuat kami semakin jauh dari pada-Mu. Kami semakin kehilangan kasih setia-Mu
PF : Namun kami percaya bahwa Engkau Allah yang tidak membiarkan kami lari daripada-Mu. Kami percaya Engkau akan merangkul dan memulihkan kehidupan kami. Karenanya ampunilah dan kasihilah kami yang berdosa ini.
J : Mampukan kami ya Tuhan untuk menjalani hidup yang Engkau karuniakan, terlebih ketika kami mensyukuri kasih karunia yang Engkau berikan melalui Putera-Mu Yesus Kristus Tuhan dan Juru’slamat kami.
P+J : (Menyanyikan) Kidung Kabungahan No. 38:1-2 “Nun, Gusti Nu Sipat Murah”

BERITA ANUGERAH PENGAMPUNAN

PF : Bagi kita yang dengan penuh kejujuran dan ketulusan merendahkan diri dan hati di hadapan Tuhan, maka sekarang dengarlah Firman Tuhan dari Mazmur 103:8-14…………
J : ( Berdiri & Menyanyikan) PKJ No. 200 “Ku Diubahnya”

PEMBACAAN MAZMUR (berdiri)
(Secara berbalasan dari Mazmur 6 diakhiri dengan pujian dari KJ No. 48)

PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN duduk

• Doa Eplikese
• Pembacaan Alkitab : Efesus 2:1-10
• Selesai pembacaan Alkitab:
PF : “Berbahagialah Setiap Orang yang mendengar Firman Tuhan …
J : (Menyanyikan) Hosiana… Hosiana… Hosiana
• Khotbah

PADUAN SUARA/VOCAL GROUP

PENGAKUAN IMAN RASULI
MJ: Mari kita berdiri untuk menyatakan iman dan percaya kita bersama dengan gereja dari segala abad dan tempat: Aku Percaya…..

PERSEMBAHAN SYUKUR (duduk)

MJ : Saudara-saudara, marilah kita datang kehadirat Tuhan dengan membawa persembahan syukur kita, sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah”.

(Persembahan diiringi dengan nyanyian PKJ No. 148:1-dst “T’rima Kasih Ya Tuhanku”

DOA PERSEMBAHAN (berdiri)

PADUAN SUARA/VOKAL GROUP (duduk)

DOA SYAFAAT (Diakhiri bersama-sama berdoa “Bapa Kami”)

PENGUTUSAN DAN BERKAT (berdiri)

PF : Pada Minggu Sengsara ini, Saudara telah mendengar Firman Tuhan yakni:
…(pesan Firman Tuhan yang telah disampaikan)
J : (Menyanyikan) PKJ No. 265:1-2 “Bukan Kar’na Upahmu”

PF : Dan kini terimalah berkat Tuhan:

“Kiranya Allah Bapa mangaruniakan damai sejahteraNya didalam kasih karunia Yesus Kristus, dan didalam pemeliharaan RohNya yang Kudus, menyertai Saudara-Saudari sekalian, sekarang dan selama-lamanya. Amin!

J : (Menyanyikan) Amin…. Amin … Amin


Saat Teduh

LITURGI MINGGU SENGSARA II GEREJA KRISTEN PASUNDAN (GKP)

LITURGI
MINGGU SENGSARA II
GEREJA KRISTEN PASUNDAN (GKP)
Minggu, 21 Februari 2010

“SIKAP PENGIKUT YESUS YANG BENAR”


PERSIAPAN
-Doa Konsistori
-Saat teduh
-Warta Jemaat (MJ membacakan pokok-pokok Warta Jemaat)

PROSESI MASUK
MJ menyalakan 2 (dua) buah lilin kemudian mengundang jemaat berdiri dan menyanyikan KJ No. 21: 1-2 “Hari Minggu, Hari Yang Mulia” Pelayan Firman dan Majelis Jemaat memasuki ruang ibadah.

VOTUM & SALAM

PF : Ibadah Minggu Sengsara II ini berlangsung karena pertolongan Tuhan yang menjadikan langit dan bumi
J : Amin
PF : Salam Sejahtera bagi Saudara yang datang di dalam nama Tuhan
J : Salam Sejahtera bagi Saudara juga

NAS PEMBIMBING
PF : Manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan juga dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Karena itu dengarkanlah Firman Tuhan sebagai Nas Pembimbing ibadah saat ini yang terambil dari Yohanes 5:17 ………
J : (Menyanyikan) KJ No. 309 “Biar ‘Ku Tumbuh Di Batangmu”


LITANI SYUKUR (duduk)
P: Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya
J: supaya jalan-Mu dikenal di bumi dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa
P: Kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu ya Allah, kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai
J: sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi
P: Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah serta bersukacita
J: sebab Allah yang memberkati kita dan menuntun kita
P+J: (Menyanyikan) PKJ No. 14 “Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan”


PERENDAHAN HATI
MJ membacakan puisi:

Dalam keheningan hati…
Menatap jalan yang penuh duri
Membayangkan perih yang menerpa,
Terbakar dalam kehampaan jiwa

Jalan-Mu kecil dan sempit
Buat ku enggan tuk melangkah
lalu berbalik arah

Aku teriak dalam sunyi
Aku menangis dalam sepi
Terjebak dalam pusaran hampa
Ketika sadar jalan yang salah
Kutempuh tanpa pahami arah

Kini kumenatap-Mu dalam pasrah
Memohon kepada-Mu dalam resah
‘tuk berharap Kau menjamah
Kembali dalam langkah
Bersama-Mu ku yakin dan berserah
(St)

Setelah puisi langsung dilanjutkan dengan nyanyian dari Solist menyanyikan lagu “Sejauh Timur dari Barat” dengan suara lembut, dan Jemaat mengakui dosa secara pribadi
J: (Menyanyikan) Sejauh Timur dari Barat

BERITA ANUGERAH PENGAMPUNAN

PF : Jemaat Tuhan, bagi kita yang dengan penuh ketulusan merendahkan hati di hadapan Tuhan kini dengarkanlah Firman-Nya: “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Jika kamu mau menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu” (Yes. 1:18-19)
J : Berdiri dan menyanyikan PKJ No. 239:1-2 “Perubahan Besar”

PEMBACAAN MAZMUR
Mazmur 16 (Berdiri dan bersahutan diakhiri dengan nyanyian KJ No. 48)

PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN (duduk)
• Doa permohonan bimbingan Roh Kudus
• Pembacaan Alkitab: Matius 16:21-28
• Selesai pembacaan Alkitab:
P F : “Berbahagialah Setiap Orang yang mendengar Firman Tuhan ….”
J : (Menyanyikan) Hosiana… Hosiana… Hosiana
• Khotbah

PADUAN SUARA/VOKAL GROUP

PENGAKUAN IMAN RASULI (berdiri)
MJ : Marilah kita bangkit berdiri untuk menyatakan Pengakuan Iman Percaya kita bersama dengan Gereja dari segala abad dan tempat, dengan menyanyikan KJ No. 280:1-3 “Aku Percaya”

PERSEMBAHAN SYUKUR (duduk)

• MJ membacakan ayat pengantar persembahan Amsal 3:9-10
• Persembahan diiringi nyanyian KJ No. 450:1 “Hidup Kita Yang Benar”
• Doa Persembahan (berdiri)

DOA SYAFAAT, diakhiri dengan Doa Bapa Kami (duduk)

PENGUTUSAN DAN BERKAT (berdiri)

PF : Saudara - Saudaraku, pergilah dalam perlindungan kasih Tuhan yang senantiasa menyertai dan memberkati hidup kita serta ingatlah akan firman-Nya yakni: …… (inti khotbah yang disampaikan)

J : (Menyanyikan) KJ No. 424:1-2 “Yesus Menginginkan Daku”

PF : Kini terimalah Berkat Tuhan:

“Tuhan kiranya memberkati dan memelihara Saudara. Tuhan kiranya menerangi Saudara dengan wajahNya, dan mengasihani Saudara. Tuhan kiranya menunjukkan wajahNya kepada Saudara, dan mengaruniakan selamat, Amin

J : Amin, Amin, Amin ……


Saat Teduh

Sabtu, 11 April 2009

RENUNGAN PASKAH 2009

Ibadah Paskah, 12 April 2009
Nas Pembimbing : I Petrus 1:3-4
Bahan Khotbah : Roma 5:1-11

“Bermegah di dalam iman kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus”


Pembukaan

Saudara-saudara,
• Hal apakah yang saudara banggakan dalam hidup saudara? Kita bisa menyebutkan sederet kebanggaan kita misalnya: kita bangga terhadap keluarga: isteri yang baik, suami yang setia, anak yang berbakti. Kita bangga dengan prestasi-prestasi kita, bangga dengan kekayaan yang kita miliki, bangga dengan status dan jabatan ita, dsb.
• Tapi apakah saudara tahu, bahwa kebanggaan duniawi tadi, adalah kebanggaan yang semu, kebanggaan yang sia-sia. Mengapa? Karena ketika saudara Tuhan panggil, ketika kita mati, kembali kepada Sang Pencipta, itu semua tidak ditanyakan, itu semua tidak menolong, itu semua tidak menyelamatkan.  Seberapa hebat diri kita, seberapa besar kehormatan kita, seberapa banyak kekayaan kita maka dihadapan Tuhan itu semua tidak ada artinya.
• Lalu jika hal-hal yang bersifat duniawi tadi adalah kebanggaan yang semu, apa yang harus kita banggakan dalam hidup kita? Apa yang harus kita megahkan dalam hidup kita? Firman Tuhan mengatakan bahwa sebagai orang percaya, sebagai umat Tuhan, yang harus kita banggakan bahkan kita megahkan adalah iman kita kepada Allah di dalam Tuhan kita Yesus Kristus, yang telah menebus, yang telah menyelamatkan kita dari kebinasaan.
• Mari kita lihat kembali Firman yang terambil dari Roma 5:1-11

Tafsiran
• Dalam Surat Paulus kepada Jemaat di Roma Pasal 15 ayat 1-2 berkata: …
Rasul Paulus mengungkapkan kepada Jemaat Roma dan juga kita bahwa mereka (dan kita) telah dibenarkan oleh iman kepada Allah melalui Tuhan Yesus Kristus. Karena dibenarkan kaena iman inilah seharusnya umat Tuhan hidup dalam damai sejahtera.
Hal ini penting diungkapkan Paulus karena Jemaat Roma berlatar belakang Yahudi, dimana ada beberapa orang yang masih melaksanakan hukum taurat (ritual-ritual, aturan-aturan dan hukum) sebagai kewajiban, jika tidak dilakukan maka Jemaat tidak selamat.
Kesalahan bukan di hukum Taurat itu tapi ketika hukum dan aturan dilaksanakan dengan ketat tanpa disertai hati dan iman. Semuanya bersifat formalistik, hanya menekankan bungkusan-bungkusan ritual tapi hati dari orangnya bobrok. Lebih jelasnya lagi Paulus katakan dalam Roma 3:20 :……………Karena terlalu menekankan hukum dan aturan, terjebak dalam kesalehan palsu, sehingga orang jadi lupa kepada sang pemberi Hukum Taurat itu sendiri yakni Tuhan.

• Relevansi: Dalam kehidupan umat Kristen, skrg ini tak jarang kita jumpai bentuk-bentuk kesalehan palsu, misalnya tentang hal beribadah. Ibadah mingguan, seringkali menjadi kebiasaan, ibadah menjadi formalistik. Orang menganggap setiap hari Minggu ke gereja cukup. Kita bangun di pagi hari, berangkat ke gereja, duduk manis di gereja, kalau khotbahnya lucu kita ketawa, kalau khotbahnya lama kita tertidur, kalau MJ salah kita menggerutu, kalau doa syafaat kita keluar sebentar, kalau kebaktiannya lama kita pulang duluan.
• Kita menjadi lupa, untuk apa, dan untuk siapa kita datang ke Gereja. Apakah untuk memuaskan diri kita? untuk menyenangkan hati kita? Untuk mengisi hari libur kita? Tidak! Tapi kita datang ke gereja untuk beribadah kepada Tuhan, berjumpa dengan Tuhan, memuji dan memuliakan Tuhan, mendengarkan Firman Tuhan dengan seluruh hati, jiwa dan pikiran kita. Bukan hanya sekedar badan kita saja, sementara hati kita ditinggal di rumah.
• Saudara-saudara, dari atas mimbar ini saya bisa melihat ke seluruh areal, bawah dan atas, pojok kanan, kiri (bukan hanya di GKP Bekasi saja). Jujur saya katakan bahwa saya sungguh sangat sedih bahwa tak sedikit yang datang ke gereja, beribadah, tapi tidak sungguh-sungguh beribadah. Ada yang mengobrol, ada yang ngantuk, ada yang melamun, ada yang acuh tak acuh, ada yang keluar-masuk, ada yang tatapannya kosong dsb.
• Saya sedih bukan karena saya merasa tidak dihargai, bukan, bukan itu. Saya, bahkan Pdt/pengkhotbah hanyalah sarana, alat Tuhan. Yang memimpin ibadah saat ini sesungguhnya adalah Tuhan bukan manusia. Saudara datang untuk Tuhan. Kalau tujuan kita, motivasi kita adalah untuk memuliakan Tuhan, maka saudara akan memberi yang terbaik untuk Tuhan. Artinya ketika kita menyanyi ya kita memuji Tuhan dengan hati kita, kita berdoa ya berdoa kepada Tuhan bukannya tidur. Ketika kita memberi persembahan ya kita juga mempersembahkan untuk Tuhan. Jgn pusing nanti persembahan kita dipakai dengan benar atau tidak, digunakan dengan benar atau tidak. Apa yang saudara persembahkan itu menjadi miliki Tuhan, dan jika ada yang mengambilnya, atau tidak jujur dalam pengelolaannya berarti urusannya dengan siapa? … ya dengan Tuhan
• Ketulusan hati dalam beribadah adalah yang terpenting dan terutama. Hati yang mau mencari dan memuliakan Tuhan.
• Lalu bagaimana dengan saudara, ketika saudara datang ke gereja skrg ini: beribadah sebagai formalitas atau saudara mau datang untuk menyembah dan memuliakan Tuhan? Yang mana? Katakan dan tunjukkan bukan kepada saya tapi kepada Tuhan. Tunjukan bahwa kita bangga bahkan bermegah karena kasih karunia Allah bagi kita: karena Tuhan kita Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit bagi kita!

• Kita lanjutkan dalam ayat 3-5 katakan…..
Berbangga hati, bermegah karena kasih karunia, oke bisa kita lakukan. Tapi bangga dengan kesengsaraan, bermegah dalam kesusahan, bagaimana bisa? Bukankah kesengsaraan itu bukan hal yang menyenangkan, bukan keinginan, bukan kehebatan, bahkan bisa dikatakan sebagai aib, sesuatu yang buruk? Apa artinya kita bermegah dalam kesengsaraan?
• Ini yang harus saudara catat dan ingat baik-baik: firman Tuhan melalui surat Paulus katakan: bahwa kesengsaraan, kesusahan, penderitaan yang saudara alami menimbulkan ketekunan. Artinya orang sengsara, yang susah, yang menderita tidak akan berdiam diri saja, ia pasti mencari solusi, mencari jalan keluar, mencari jalan pemecahan, berusaha sekuat tenaga, dan diperlukan ketekunan, kesabaran.
• Dan orang yang tekun, orang yang sabar, orang yang mengandalkan Tuhan, akan menjadi tahan uji, artinya memiliki mental yang kuat, memiliki pondasi yang mantap, bahkan memiliki iman yang berkualitas, yang menghasilkan pengharapan, keyakinan akan pertolongan Tuhan karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati saudara oleh kuasa Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Saudara-saudara,
• Ketika saudara diizinkan Tuhan untuk sengsara, diizinkan untuk menderita, itu adalah penderitaan yang biasa, karena Tuhan Yesus jauh lebih menderita dari kita. Dalam ayat 6-7 katakan………

Saudara-saudara,
• Penderitaan bahkan kematian Kristus Yesus telah memperdamaikan kita dengan Allah, kita bukan lagi menjadi orang durhaka yang akan binasa melainkan:…. lihat ayat 9-10 yang berkata:………… ketika kita percaya dan beriman kepada Allah, kita meyakini Yesus Kristus adalah Tuhan dan Jurus’lamat kita maka FT katakan kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah, bukan mudah-mudahan, bukan semoga saja tapi pasti!
• Dan dalam ayat 11 katakan: ………...
• Inilah berita Paskah, bukan sekedar Yesus telah bangkit, bukan sekedar berita kubur yang kosong, tapi Ia yang telah menyelamatkan saudara dan saya. Yang telah memberikan jaminan dan kepastian bahwa kita telah diselamatkan. Mendapat bagian dalam Kerajaan-Nya yang kekal.


Penutup

Saudara-saudara,
• Pertanyaan dan perenungan akhir dari khotbah saya: Jika saudara telah mendapat jaminan, kepastian dari Tuhan kita Yesus Kristus, suatu anugerah yang luar biasa, dimana saat ini banyak orang mencari jalan untuk keselamatan, dan masih blm menemukan, di dalam pencarian, tapi saudara (kita) sudah berada di jalan kebenaran itu, apa yang sudah saudara lakukan untuk berterima kasih kepada Tuhan kita Yesus Kristus? Sudahkah saudara memuliakan Dia dengan apa yang saudara miliki: hati, jiwa, waktu, tenaga, kekayaan yang saudara miliki? Tuhan sudah memberi yang terbaik untuk kita, sudahkah kita memberikan yang terbaik untuknya? Mari kita jawab itu bukan dengan kata-kata tapi dengan tindakan, karya saudara di hadapan Tuhan.
• Selamat Paskah! Tuhan memberkati!



Pdt. Stefanus Parinussa, S.Si

Minggu, 15 Maret 2009

LITURGI PASKAH GKP TAHUN 2009

LITURGI
PASKAH
GEREJA KRISTEN PASUNDAN (GKP)
Minggu, 12 April 2009

Tema:
“JALAN KEMATIAN: JALAN MENUJU KEHIDUPAN”


PERSIAPAN
-Doa Konsistori
-Saat teduh
-Warta Jemaat (MJ membacakan pokok-pokok Warta Jemaat)

PROSESI MASUK
MJ menyalakan 1 (satu) buah lilin Paskah yang besar berwarna putih kemudian membacakan puisi:

Hari Minggu, Hari Kebangkitan, kami sambut fajar-Mu.
Di terang-Mu daya maut hilang, kalah sudah seteru
Kristus, Matahari Kehidupan, o… pancarkan sinar penghiburan
dan harapan yang penuh akan damai sabat-Mu

Atas panggilan-Mu kami bangkit, hidup dalam hidup-Mu
Dari kubur-dosa kami tampil dibebaskan Roh Kudus
Ajar kami tiap-tiap hari, di kematian-Mu turut mati,
Agar bangkit dan teguh ikut jalan jaya-Mu
(diambil dari KJ No. 199)



Selanjutnya MJ mengundang jemaat berdiri dan menyanyikan KJ No. 188: 1-3 “Kristus Bangkit! Soraklah”
Pelayan Firman dan Majelis Jemaat memasuki ruang ibadah dari pintu masuk utama.


VOTUM & SALAM

PF : Ibadah Paskah ini berlangsung karena kemenangan Kristus atas kuasa maut dan dosa
J : Berita itu sangat kami pecaya!
PF : Salam Sejahtera bagi Saudara yang datang di dalam nama Tuhan
J : Salam Sejahtera bagi Saudara juga

NAS PEMBIMBING
PF : Nas Pembimbing dalam Ibadah Paskah pada saat ini diambil dari I Petrus 1:3-4…………………
J : (Menyanyikan) PKJ No. 87:1-3 “Trang Paskah Berseri”

LITANI SYUKUR (duduk)
Diawali dengan Nyanyian PKJ No. 298 oleh Solis/Prokantor

PF : Sungguh kami bersyukur ya Tuhan atasa segala kasih dan anugerah yang telah Engkau berikan kepada kami. Di hari ini kami bersukacita atas kemenangan-Mu melawan maut dan dosa, ‘tuk selamatkan manusia. Terpujilah Engkau Ya Tuhan!
J : (Menyanyikan) PKJ No. 298
PF : Kebangkitan-Mu adalah tanda bahwa kasih Allah telah nyata dan digenapi. Kebangkitan-Mu adalah bukti Engkau adalah Jurus’lamat dunia dan penebus kami, manusia yang berdosa. Kebangkitan yang membawa kehidupan dan harapan akan masa depan yang penuh sukacita. Terpujilah Engkau Ya Tuhan!
J : (Menyanyikan) PKJ No. 298
PF : Bangkitkanlah kami pula ya Tuhan dari segala kematian rohani: ketika kami hidup dalam kemunafikan, hidup dalam formalitas agama, hidup dalam kesalehan yang palsu, ketika kami dikuasai oleh hawa nafsu dan kedegilan diri. Bangkitkanlah dan terangilah hidup kami dalam kuasa Roh-Mu yang kudus. Terpujilah Engkau ya Tuhan!
J : (Menyanyikan) PKJ No. 298
PF : Bangkitkanlah dan Berkatilah GKP terlebih di dalam memasuki usia yang ke 75 tahun ini. Hancurkanlah benalu-benalu yang ingin merongrong dan menggerogoti GKP. Biarlah GKP terus bertumbuh, berakar dan terus berbuah, bagi kemuliaan nama-Mu.
J : (Menyanyikan) PKJ No. 298
PF : Bangkitkanlah semangat nasionalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya di dalam Pesta Demokrasi yang diselenggarakan. Bangkitkanlah semangat dan cinta kasih untuk saling menghormati, menerima kemenangan dan kekalahan, karena yang menjadi tujuan adalah kepentingan bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi ataupun golongan. Terpujilah Engkau ya Tuhan!
J : Amin

HIDUP BARU DALAM TERANG PASKAH

PF : Dengaralah Firman Tuhan yang menjadi petunjuk bagi kita di dalam hidup yang baru: Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya ( Efesus 1:5-6).
Maka sekarang anak-anakku, tinggalah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya. Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga bahwa setiap orang yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya” (I Yoh. 2:28-29)
J : (Menyanyikan) KJ No. 356:1-2 “Tinggalah Dalam Yesus”

PEMBACAAN MAZMUR
Mazmur 16:1-11 (Berdiri dan bersahutan diakhiri dengan nyanyian KJ No. 48)

PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN (duduk)
• Doa permohonan bimbingan Roh Kudus
• Pembacaan Alkitab: Roma 5:1-11
• Selesai pembacaan Alkitab:
P F : “Berbahagialah Setiap Orang yang mendengar Firman Tuhan ….”
J : (Menyanyikan) Haleluya… Haleluya… Haleluya
• Khotbah

PADUAN SUARA/VOKAL GROUP

PENGAKUAN IMAN RASULI (berdiri)
MJ : Marilah kita bangkit berdiri untuk menyatakan Pengakuan Iman Percaya kita bersama dengan
Gereja dari segala abad dan tempat, dengan menyanyikan KJ No. 280:1-3 “Aku Percaya”

PERSEMBAHAN SYUKUR (duduk)

• MJ membacakan ayat pengantar persembahan dari Mzm 96:8 dan Kolose 3:17 …………….
• Persembahan diiringi nyanyian KJ No. 292:1-dst “Tabuh Gendang”
• Doa Persembahan (berdiri)

DOA SYAFAAT, diakhiri dengan Doa Bapa Kami. (duduk)

PENGUTUSAN DAN BERKAT (berdiri)

PF : Saudara - Saudaraku, pergilah dalam perlindungan kasih Tuhan yang senantiasa menyertai dan memberkati hidup kita. Marilah kita lanjutkan dan wujudkan tugas dan panggilan kita sebagai Gereja, dengan keyakinan kita akan pertolongan dan kasih Kristus yang telah menganugerahkan kita kehidupan yang baru.

J : (Menyanyikan) PKJ No. 178:1-2 “Allah Mengutus”

PF : Kini terimalah Berkat Tuhan:

“Damai Sejahtera Allah yang mengatasi segenap pengertian akan melindungi hati dan pikiran Saudara di dalam Kristus Yesus. Kiranya berkat dari Allah Bapa dan Putera dan Roh Kudus menyertai Saudara sekalian. Haleluya, Amin!

J : Haleluya… (5x) Amin, Amin, Amin……


Saat Teduh

LITURGI JUMAT AGUNG GKP TAHUN 2009

LITURGI
JUMAT AGUNG
GEREJA KRISTEN PASUNDAN (GKP)
Minggu, 10 April 2009

Tema:
“HARGA YANG HARUS DIBAYAR:
DIA MELAKUKAN ITU SEMUA UNTUK KITA!”


PERSIAPAN
-7 (tujuh) buah lilin telah menyala sebelum ibadah dimulai
-Doa Konsistori
-Warta Jemaat (MJ membacakan pokok-pokok Warta Jemaat)

PROSESI MASUK
MJ membacakan puisi :
Tersalib dan sengsara Kau, Yesus, Tuhanku
Terkulai menderita akibat salahku
Dengan hati yang pilu, sedih tak terperi
Kulihat siksaan-Mu yang dahsyat dan keji

Alam berdukacita dan langit menggelap
Saksikan Put’ra Allah membuat Firman genap
Ditanggung segala siksa yang sakit dan pedih
Demi tebusan dosa manusia di bumi

Tertumpahlah darah Yesus di bukit Kalvari
Dipukul dengan tulus durhaka insani
Bertobatlah, manusia memohon ampunan-Nya
Supaya disucikan di dalam darah-Nya!
(diambil dari KJ No 166)



Setelah membaca puisi MJ mengundang jemaat berdiri dan menyanyikan KJ No. 169 “Memandang Salib Rajaku”. Sementara itu Pelayan Firman dan Majelis Jemaat memasuki ruang ibadah.

VOTUM & SALAM

PF : Ibadah Jumat Agung ini berlangsung karena pertolongan Tuhan yang menjadikan langit dan bumi
J : Amin
PF : Salam Sejahtera bagi Saudara yang datang di dalam nama Tuhan
J : Salam Sejahtera bagi Saudara juga

NAS PEMBIMBING
PF : Manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan juga dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Karena itu dengarkanlah Firman Tuhan sebagai Nas Pembimbing ibadah saat ini yang diambil dari: Roma 6:10-11 …………..
J : (Menyanyikan) KJ No. 37a: 1-2 “Batu Karang Yang Teguh”


DOA SYUKUR (duduk)
PF : Mari kita menaikan doa syukur kepada Tuhan … (PF menaikkan doa syukur)
J : (Menyanyikan) KJ No. 401:1-2 “Makin Dekat, Tuhan”

PERENDAHAN HATI (diadaptasi dari KJ No. 167)

MJ : Yesus, Tuhan kami, apakah dosa-Mu, hingga hukuman bagi-Mu berlaku? Durhaka apa yang sudah
dituduhkan kepada-Mu, ya Tuhan? Kau didera, dihina, Kau dicerca, dib’ri mahkota duri dan minuman-
Mu pada kayu Salib adalah anggur yang pahit
J : (Menyanyikan) KJ No. 170:1 “Kepala Yang Berdarah”
MJ : Apa sebabnya Kauterima siksa? Tak lain kar’na dosa manusia: kesalahan dan dosa kami
J : (Menyanyikan) KJ No 170:2
MJ : Tiada yang sanggup untuk mengimbangi rahmat kasih-Mu yang suci dan ilahi. Baik berusaha maupun
beribadah itu tak akan setara! Namun yang tinggal berkenan kepada-Mu hanyalah jika kami salibkan
nafsu kedagingan diri.
J : (Menyanyikan) KJ No. 170:3
MJ : Karena kami tiada daya, jangan biarkan kami berputus asa, berilah Roh-Mu yang kudus memerintah kami ‘tuk mengikuti jejak-Mu
J : Amin

BERITA ANUGERAH PENGAMPUNAN & PETUNJUK HIDUP BARU

PF : Bagi kita yang dengan penuh kejujuran dan ketulusan merendahkan diri dan hati di hadapan Tuhan,
maka sekarang dengarlah Firman Tuhan dari Roma 6:1-4 ………………. Selanjutnya dengarkan pula
petunjuk hidup yang baru di dalam Kolose 3:12-17 ……….
J : ( Berdiri & Menyanyikan) PKJ No. 200 : “Ku Diubah-Nya” (dinyanyikan 2x)

PEMBACAAN MAZMUR
Mazmur 116:1-14 (Berdiri dan bersahutan diakhiri dengan nyanyian KJ No. 48)

PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN (duduk)
• Doa permohonan bimbingan Roh Kudus
• Pembacaan Alkitab: Yesaya 52:13-53:12
• Selesai pembacaan Alkitab:
P F : “Berbahagialah Setiap Orang yang mendengar Firman Tuhan ….”
J : (Menyanyikan) Hosiana… Hosiana… Hosiana
• Khotbah

PADUAN SUARA/VOKAL GROUP

PENGAKUAN IMAN RASULI (berdiri)
MJ : Marilah kita bangkit berdiri untuk menyatakan Pengakuan Iman Percaya kita bersama dengan
Gereja dari segala abad dan tempat: “Aku Percaya…”

PELAYANAN PERJAMUAN KUDUS
a. Nyanyian Persiapan memasuki Perjamuan Kudus: KJ No. 240a:1 “Datanglah Ya Sumber Rahmat”
b. Titah Perjamuan
c. Doa
d. Doa Perendahan Hati menyambut Perjamuan Kudus
e. Undangan
f. Perjamuan
g. Doa Syukur
h. Persembahan Syukur Perjamuan Kudus (Jemaat menuju ke depan untuk memberikan persembahan syukurnya melalui Amplop Syukur Perjamuan atau disesuaikan dengan konteks dan kebiasaan setempat)
i. Kata-kata Nasihat

PERSEMBAHAN SYUKUR (duduk)

• MJ membacakan ayat pengantar persembahan Amsal 3:9-10
• Persembahan diiringi nyanyian KJ No. 393:1-dst ”Tuhan, Betapa Banyaknya”

DOA PERSEMBAHAN & SYAFAAT, diakhiri dengan Doa Bapa Kami. (duduk)

PENGUTUSAN DAN BERKAT (berdiri)

PF : Saudara - Saudaraku, pergilah dalam perlindungan kasih Tuhan dengan senantiasa bersyukur atas segala anugerah dan kasih setia yang telah diberikan Allah melalui Tuhan kita Yesus Kristus. Jalanilah hidupmu yang baru dalam iman dan pengharapan kepada-Nya senantiasa.

J : (Menyanyikan) PKJ No. 179:1-2 ”Kasih Paling Agung”

PF : Kini terimalah Berkat Tuhan:

“Tuhan kiranya memberkati dan memelihara Saudara. Tuhan kiranya menerangi Saudara dengan wajahNya, dan mengasihani Saudara. Tuhan kiranya menunjukkan wajahNya kepada Saudara, dan mengaruniakan damai sejahtera, Amin

J : Amin, Amin, Amin……


Saat Teduh

LITURGI MINGGU PRAPASKAH (SENGSARA) VII GKP

LITURGI
MINGGU SENGSARA VII / MINGGU PALMA
GEREJA KRISTEN PASUNDAN (GKP)
Minggu, 5 April 2009

Tema:
“VISI & MISI YESUS DALAM DUNIA”


Catatan Sebelum Ibadah dilangsungkan:
Minggu ini adalah minggu palem (palmarum) dengan mengenang kembali peristiwa Yesus memasuki kota Yerusalem. Gereja di dekorasi dengan daun palem (daun palem adalah lambang perdamaian, kehidupan, kemenangan dan pengharapan akan pertolongan Tuhan). Peletakan daun-daun palem dilakukan secara kreatif bisa di pintu masuk, dinding, kursi-kursi, atau di dekat altar, yang mudah dilihat oleh jemaat.

PERSIAPAN
-Doa Konsistori
-Saat Teduh diiringi Instrumentalia Musik.
-Pokok-pokok Warta Jemaat oleh MJ

PROSESI MASUK
MJ menyalakan 7 (tujuh) buah lilin kemudian mengundang jemaat berdiri dan menyampaikan ajakan beribadah secara berbalasan dengan Jemaat:

AJAKAN BERIBADAH

MJ : Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion
J : Bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem
MJ : Lihat, Rajamu datang kepadamu
J : Ia adil dan kaya
MJ : Ia lemah-lembut dan mengendarai seekor keledai
J : Seekor keledai beban yang muda
MJ : Hosana, diberkatilah dia yang datang di dalam nama Tuhan.
J : Hosana ditempat yang mahatinggi.
MJ & J : (Menyanyikan ) KJ No. 162:1-3 “Hosiana! Putra Daud”

Pelayan Firman dan Majelis Jemaat memasuki ruang ibadah.

VOTUM DAN SALAM

PF : Ibadah Minggu Sengsara VII ini terjadi karena pertolongan kita adalah di dalam nama Tuhan yang menciptakan langit dan bumi.
J : Amin
PF : Salam Sejahtera bagi Saudara sekalian!
J : Salam Sejahtera bagi Saudara juga!

NAS PEMBIMBING

PF : Nas Pembimbing dalam Ibadah Minggu Sengsara VII ini diambil dari Lukas 22:42…..
J : (Menyanyikan) PKJ No. 127:1-4 “Jadilah, Tuhan, Kehendak-Mu”




LITANI SYUKUR
PF : Ketika Yesus memasuki Yerusalem, banyak orang menyambut Dia dan mengelu - elukanNya. Hendaknya sikap kita dalam menyambut Dia didasari pada ketulusan dan kemurnian hati demi kemuliaan-Nya.
J : (menyanyikan KJ No. 376 : 1 “Ikut Dikau Saja, Tuhan”)
PF : Kemuliaan Yesus bukanlah kemuliaan duniawi, melainkan kemuliaan sorgawi. TahtaNya bukanlah singgasana berlapis emas, melainkan tahta kerajaan Allah yang kekal. MahkotaNya bukanlah bertahtakan permata berlian yang gemerlap, melainkan mahkota anyaman duri yang memedihkan.
J : (menyanyikan KJ No. 376 : 2)
PF : Mendekatlah pada Tuhan. Sebab hanya dekat Tuhan sajalah engkau menjadi tenang. Kuasa dan KemuliaanNya memberimu kepastian menjalani hidup. TahtaNya memberimu keleluasaan dan kemantapan gerakmu. MahkotaNya membasuh bilur-bilur dan lukamu, sehingga hatimu lega dan pikiranmu cerah. Mendekatlah kepada Tuhan. Mendekatlah kepada Tuhan. Iringlah dan ikutlah Dia demi keselamatan.
J : (menyanyikan KJ No. 376 : 3-4)



PENGAKUAN DOSA

PF : Marilah kita merendahkan hati kita dihadapan Tuhan dalam doa pengakuan dosa yang kita awali dengan pengakuan secara pribadi di dalam saat teduh.
----------------Saat Teduh diiringi instrumental atau solis dengan nyanyian KJ No. 29-------------

PF : menaikkan doa pengakuan dosa dan permohonan pengampunan.
P+J : (Menyanyikan) KJ No. 27:1-3 “Meski Tak Layak Diriku”

BERITA ANUGERAH PENGAMPUNAN

PF : Jemaat Tuhan, bagi kita yang dengan penuh ketulusan merendahkan hati di hadapan Tuhan kini
dengarkanlah Firman-Nya dari Yohanes 3:16 …………………
J : Berdiri dan menyanyikan KJ No. 178:1-2 “Kar’na Kasih-Nya Padaku”

PEMBACAAN MAZMUR (berdiri)
(Secara berbalasan dari Mazmur 69:1-13 diakhiri dengan pujian dari KJ No. 48)

PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN duduk

• Doa Eplikese
• Pembacaan Alkitab : Lukas 13:31-35
• Selesai pembacaan Alkitab:
PF : “Berbahagialah Setiap Orang yang mendengar Firman Tuhan …
J : (Menyanyikan) Hosiana… Hosiana… Hosiana
• Khotbah

PADUAN SUARA/VOCAL GROUP

PENGAKUAN IMAN RASULI berdiri
MJ : Marilah kita mengucapkan pengakuan iman kepercayaan kita bersama dengan Gereja dari segala
abad dan tempat, melalui Nyanyian KJ No. 280:1-3 “Aku Percaya”

PERSEMBAHAN SYUKUR (duduk)

MJ : Marilah kita memberikan persembahan kepada Tuhan sebagai tanda syukur dan bentuk kedewasaan iman kita yang telah diberkati oleh Tuhan, dengan mengingat Firman-Nya dalam Maleakhi 3:10: “Bawalah seluruh persembahan ….”

Persembahan diiringi Nyanyian dari KJ No. 367:1-dst “Pada-Mu Tuhan dan Allahku”

DOA PERSEMBAHAN (berdiri)
MJ : Allah Sumber Berkat, di dalam kasih dan setia-Mu, Engkau telah memberkati dan mencukupkan segala sesuatu yang kami butuhkan, sesuai dengan keperluan yang Engkau pandang baik. Pada saat ini kami membawa persembahan bagi pelebaran kerajaan-Mu. Terima dan berkatilah persembahan kami, serta ajarkan kami untuk senantiasa mempersembahkan yang terbaik bagi-Mu, ya Tuhan. Dalam nama Kristus Yesus kami berdoa dan bersyukur.
J : Amin

PADUAN SUARA/VOKAL GROUP (duduk)

DOA SYAFAAT (Diakhiri bersama-sama berdoa “Bapa Kami”)

PENGUTUSAN DAN BERKAT (berdiri)

PF : Pada Minggu Sengsara VII ini, Saudara telah mendengar Firman Tuhan yakni … (inti pesan khotbah Minggu Sengsara VII).
Kini pergilah dalam perlindungan Tuhan, nyatakanlah terang dan kebenaran dalam kehidupan ini, jadilah saksi-saksi Kristus yang berpegang teguh dalam kesetiaan dan pengharapan kepada Tuhan.
J : (Menyanyikan) KJ No. 426:1,4 “Kita Harus Membawa Berita”

PF : Dan kini terimalah berkat Tuhan:

“Kiranya Allah Bapa mengaruniakan damai sejahteraNya didalam kasih karunia Yesus Kristus, dan didalam pemeliharaan RohNya yang Kudus, menyertai Saudara-Saudari sekalian, sekarang dan selama-lamanya. Hosiana, Amin!

J : (Menyanyikan) Hosiana … (5x) Amin…. Amin … Amin


Saat Teduh