Jumat, 11 Maret 2011

TATA KEBAKTIAN MINGGU SENGSARA IV GEREJA KRISTEN PASUNDAN (GKP)

Minggu, 27 Maret 2011

Tema:
“Memilih Jalan Setia Untuk Meraih Keselamatan”


PERSIAPAN
 Doa Konsistori
 Saat Teduh diiringi Instrumentalia Musik
 Pokok-pokok Warta Jemaat oleh MJ

AJAKAN BERIBADAH

MJ menyalakan 4 (lima) buah lilin kemudian membacakan puisi:

Saudara-saudariku… lilin-lilin telah dinyalakan, sebagai tanda hati yang berkobar
Hati yang menyala karena kasih setia Tuhan
Atas segala pengorbanan yang Kristus berikan
Pandanglah Dia hai umat-Nya
Lihatlah kesengsaraan yang telah dialami-Nya,
pandanglah kehinaan yang diderita-Nya
Layakkah Ia menjalaninya? Pantaskah Ia menerimanya?
Untuk siapakah Ia melakukan pengorbanan sedemikian rupa?
Satu yang Ia katakan: “Inilah kasih-Ku yang kuberi hanya untukmu” (St)



MJ: Sidang jemaat Tuhan mari kita berdiri dan menyanyikan PKJ No. 145:1-3 “Aku Melangkah Ke Rumah Tuhan”. Pelayan Firman dan Majelis Jemaat memasuki ruang ibadah.


VOTUM DAN SALAM

PF : Ibadah Minggu Sengsara IV ini terjadi karena pertolongan kita adalah di dalam nama Tuhan yang menciptakan langit dan bumi.
J : Amin
PF : Salam Sejahtera bagi Saudara sekalian!
J : Salam Sejahtera bagi Saudara juga!

NAS PEMBIMBING

PF : Nas Pembimbing dalam Ibadah Minggu Sengsara IV ini diambil dari Ibrani 12:3
J : (Menyanyikan) PKJ No. 249:1-3 “Ya Tuhan, Kuatkan Imanku”

DOA SYUKUR (duduk)

PENGAKUAN DOSA
P: Bapa Sorgawi, saat ini kami datang membawa diri kami yang penuh luka-luka kehidupan dan juga membawa diri yang turut mendatangkan luka itu dalam hidup sesama; ketika kami lebih mementingkan diri sendiri daripada kehendak-Mu. Bahkan ketika kami lebih suka dikuasai kekerasan hati daripada kelemah-lembutan-Mu. Kasihanilah kami ya Tuhan.
J: (Menyanyikan) KJ No. 42 “Tuhan, Kasihani”
PF: Kami mengakui akan kekhilafan kami tatkala masalah datang bertubi-tubi, kami justru melupakan-Mu, atau kalaupun mengingat-Mu kami memaksakan apa yang kami inginkan dalam doa-doa kami. Kasihanilah kami ya Tuhan.
J: (Menyanyikan) KJ No. 42
PF: Doa-doa kami begitu kering, hampa, tiada rasa. Begitu banya doa yang kami panjtakan tetapi begitu banyak dosa yang kami perbuat. Doa seringkali menjadi untaian kata-kata tanpa makna, hanya formalitas. Ampunilah dosa kami ya Tuhan.
J: (Menyanyikan) KJ No. 42
P: Tuntun kami Tuhan agar menyadari sesungguhnya doa yang berkenana kepada-Mu. Biarlah doa itu muncul dari ketulusan hati kami, dari keyakinan iman kami. Ajar kami untuk merendahkan hati dalam setiap doa-doa kami. Kasihanilah kami ya Tuhan.
P+J: Amin
BERITA ANUGERAH PENGAMPUNAN

P : Jemaat Tuhan, bagi kita yang dengan penuh ketulusan merendahkan hati di hadapan Tuhan kini dengarkanlah Firman-Nya dari Roma 5:6-11 …………
J : Berdiri dan menyanyikan PKJ No. 239:1-3 “Perubahan Besar”

PEMBACAAN MAZMUR (berdiri)
(Secara berbalasan dari Mazmur 70 diakhiri dengan pujian dari KJ No. 48)

PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN duduk

• Nyanyian Persiapan: PKJ No. 15 “Kusiapkan Hatiku Tuhan”
• Doa Eplikese
PF: Mari kita berdoa memohon bimbingan Roh Kudus untuk Firman Tuhan yang akan k kita baca dan renungkan…….
• Pembacaan Alkitab : Yohanes 13:21-30
• Selesai pembacaan Alkitab:
PF : “Berbahagialah Setiap Orang yang mendengar Firman Tuhan …”
J : (Menyanyikan) Hosiana… Hosiana… Hosiana
• Khotbah

PADUAN SUARA/VOCAL GROUP

PENGAKUAN IMAN RASULI (berdiri)

PERSEMBAHAN SYUKUR

MJ : Saudara-saudara, marilah kita datang kehadirat Tuhan dengan membawa persembahan syukur kita, sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah dengan mengingat firman Tuhan dari II Korintus 9:6-8: ……………

(Persembahan diiringi dengan nyanyian dari PKJ No. 146:1-dst “Bawa Persembahanmu”)

DOA PERSEMBAHAN (berdiri)
MJ: Allah yang penuh kuasa, sesungguhnyalah anugerah yang terindah datang dari pada-Mu.
Kini kami bawa persembahan kami kepada-Mu, terimalah dan kuduskanlah persembahan kami ini, agar dapat terpakai dengan baik untuk kemuliaan nama-Mu. Selanjutnya ajarkan kami untuk memberikan diri kami kepada-Mu sebagai persembahan yang hidup dan berkenan dihadapan-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa, Amin.

PADUAN SUARA/VOKAL GROUP (duduk)

DOA SYAFAAT (Diakhiri bersama-sama berdoa “Bapa Kami”)

PENGUTUSAN DAN BERKAT (berdiri)

PF : Pada Minggu Sengsara IV ini, Saudara telah mendengar Firman Tuhan, untuk: ....(menyampaikan pesan Firman Tuhan dalam khotbah)...
Mari kita laksanakan Firman Tuhan ini dengan segenap hati dalam kehidupan kita hari lepas hari. Kiranya Roh Kudus akan menuntun dan memberi kekuatan kepada kita.

J : (Menyanyikan) PKJ No. 154:1-2 “Setiakah Diriku Pada-Mu”

PF : Dan kini terimalah berkat Tuhan:

“Anugerah dan Damai Sejahtera Allah, yang mengatasi segenap pengertian, akan melindungi hati dan pikiran Saudara di dalam Kristus Yesus. Kiranya Berkat dari Allah Bapa dan Anak dan Roh Kudus menyertai Saudara sekalian, sekarang dan selama-lamanya. Hosiana, Amin!”

J : (Menyanyikan) Hosiana …. (5x) Amin…. Amin … Amin


Saat Teduh

TATA KEBAKTIAN MINGGU SENGSARA III GEREJA KRISTEN PASUNDAN

Minggu, 20 Maret 2011

Tema:
“Keseimbangan antara Hak dan Kewajiban dalam Pelayanan”


 Persiapan (Doa Konsistori)
 Seorang Majelis Jemaat memasuki ruang kebaktian menyalakan lilin Minggu Sengsara III, kemudian menyampaikan salam pembuka kepada jemaat dan membacakan pokok-pokok warta jemaat.
 Saat Teduh

Ungkapan Situasi

Sang Anak domba yang kudus memikul dosa dunia,
Ia rela dan sabar menebus kejahatan besar manusia.
Lihatlah Dia menempuh jalan sengsara dan keluh,
Ia menurut dan setia, tak pernah mundur setapak pun.
Walau dihina, disesah, dan diarak menuju Golgota,
Ia tetap berkata: “Aku sedia.”

Kau, Anak domba yang lembut, kupuji siang-malam
dan diriku dengan syukur padaMu kuserahkan.
Biarlah daya hidupku melimpah-ruah bagiMu
mengungkap t’rimakasih dengan melayani-Mu,
tanpa menuntut dan hanya memberi.
Hingga pahala karya-Mu yang Kauberi bagiku
kuingat tiap hari.

(Syair KJ 160, bait 1&5, dengan penyesuaian)

Jemaat berdiri menyambut prosesi masuk pelayan kebaktian dari pintu depan gereja dan menyanyikan KJ 2:1,2,4 “Suci, Suci, Suci”

Votum dan Salam
PF Kebaktian Minggu Sengsara III ini berlangsung dalam pengasihan Allah Bapa, Pencipta langit dan bumi, yang dengan taat dan setia menempuh jalan penderitaan dalam diri Yesus Kristus, Juruselamat bagi umat manusia.
J Amin, amin, amin
PF Salam sejahtera bagi saudara yang telah menerima anugerah keselamatan dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Raja alam semesta!
J Salam sejahtera bagi saudara juga!
PF Mari kita rayakan kasih persaudaraan dalam persekutuan kita dengan menyanyikan lagu “Satukanlah Hati Kami”, sambil bergandengan tangan.

Satukanlah hati kami, tuk memuji dan menyembah oh Yesus Tuhan dan Rajaku
Eratkanlah, tali kasih, di antara kami semua, oh Yesus Tuhan dan Rajaku
Bergandengan tangan dalam satu kasih, bergandengan tangan dalam satu iman
Saling mengasihi di antara kami, keluarga Kerajaan Allah.
(dinyanyikan 2 kali)
Nas Pembimbing
PF Firman Tuhan yang membimbing kita dalam kebaktian Minggu Sengasara III ini terambil dari Roma 14:12 : ..........................

Doa Syukur (Jemaat duduk)
MJ Kami sungguh bersyukur bisa mengenal dan menerima Tuhan sebagai Juruselamat kami. Engkau rela menggantikan kami untuk menerima hukuman atas dosa-dosa yang telah kami perbuat. Walau Engkau di cemooh dan tubuh-Mu pun di dera, tak pernah Engkau mundur setapak pun. Kami ini hamba-hamba-Mu, tapi Engkau-lah yang melayani kami dengan penuh cinta dan kesetiaan. Engkau selalu memberi yang terindah tanpa menuntut balasan. Sedangkan kami, hanya terus meminta dan menerima tanpa belajar untuk memberi apa yang kami miliki. Sungguh, kasih-Mu lebih tinggi dari langit, kemurahan-Mu lebih luas dari samudera, dan pengorbanan-Mu lebih indah dari pelangi. Tak dapat kami membalas kebaikan Tuhan dalam hidup kami. Hanya ucapan syukur dan tubuh yang dapat kami persembahkan bagi kemuliaan nama Tuhan. Amin.

J Menyanyikan KJ 222b:1,4,8 “Agungkan Kuasa Nama-Nya”

Hukum Allah
MJ Sebagai umat Allah marilah kita mendengar ketatapan Firman Tuhan yang harus kita laksanakan dalam kehidupan kita, sebagaimana tertulis dalam I Petrus 4:7-10

Demikianlah hukum Allah, hiduplah dalam ketaatan kepada-Nya.

J Terangi dan tuntunlah kami untuk melakukan kehendak-Mu.

Pengakuan Dosa
PF Walau kasih Allah tidak pernah berhenti mengalir dalam kehidupan kita, sadar atau tidak kita masih sering melanggar apa yang menjadi ketetapan Firman Tuhan yang telah kita dengar bersama. Sebab itu, marilah kita datang untuk mengaku dosa dihadapan Allah, yang Mahakudus.

Para Pelayan (Semua anggota MJ, Komisi, Pokja, Panitia, dll):
Tuhan, bersama kami menyadari, bahwa kami belum sepenuhnya memenuhi panggilan-Mu untuk menjadi pelayan bagi jemaat-Mu. Kemalasan dan berbagai kepentingan pribadi seringkali menenggelamkan semangat pelayan dalam diri kami. Banyak jiwa yang gelisah dan berduka, namun kami tak berupaya untuk menolong dan memberi penghiburan. Tak jarang kami pun mengecilkan arti pelayanan, kami enggan untuk membina diri sehingga apa yang kami lakukan bukanlah yang terbaik. Sedikit yang kami lakukan, tak terbatas balasan yang kami harapkan datang dari pada-Mu. Kami sungguh tak layak menjadi pelayan-pelayan-Mu, ampunilah kami ya Tuhan.

Anggota Jemaat
Tuhan, bersama kami pun menyadari, bahwa kami seringkali merasa menjadi penguasa di antara sesama kami. Begitu senang kami dilayani, tanpa belajar untuk melayani. Dalam bersekutu kami mengedepankan apa yang menjadi hak, sedangkan kewajibannya sengaja kami lupakan. Kami bertahan dalam pengertian kami yang sempit, sehingga kesalah pamahan sering terjadi. Mudah menilai, tapi begitu sulit menerima evaluasi diri. Kami sungguh, tak layak menjadi umat-Mu, ampunilah kami ya Tuhan. Amin

Menyanyikan KJ 27:1,2,5 “Meski Tak Layak Diriku”


Berita Anugerah
MJ TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
J Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.
MJ Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,
J tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;
MJ sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.
J Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.
(Mazmur 103:8-13)

PF Berbahagialah orang yang percaya kepada Allah Bapa melalui Kristus Yesus, karena Dia berkenan menerima kita kembali dalam naungan sayap-Nya. Terimalah anugerah pengampunan dari pada-Nya, sambil mengucap syukur dan berjanji untuk setia melayani dan berpegang teguh pada Firman-Nya.

J Berdiri dan menyanyikan KJ 161:1,4,5 “Segala Kemuliaan”


Pembacaan Mazmur : Mazmur 119:97-104
• Dipandu oleh MJ
• Setelah pembacaan Mazmur jemaat menyambut dengan KJ 48 “Kemuliaan Bagi Bapa”

Pemberitaan Firman Tuhan (Jemaat duduk)
• Doa Eplikese
• Pembacaan Alkitab : I Petrus 2:11-17
• Selesai pembacaan Alkitab:
PF “Berbahagialah Setiap Orang yang mendengar dan melakukan Firman Tuhan dalam hidupnya.”
J (Menyanyikan) Hosiana… Hosiana… Hosiana
• Khotbah

Pengakuan Iman Rasuli (Jemaat berdiri)
(dipandu oleh Majelis Jemaat)

Paduan Suara/ Vocal Group (Jemaat duduk)

Doa Syafaat (Oleh PF)
diakhiri dengan Doa Bapa Kami

Persembahan Syukur
MJ Saudara-saudara, marilah kita datang kehadirat Tuhan dengan membawa persembahan syukur kita, sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah, sambil mengingat pesan Firman Tuhan dalam Amsal 11:25a: “Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan.”
Persembahan diiringi nyanyian KJ 393:1, dst. “Tuhan Betapa Banyaknya”

Doa Persembahan (Jemaat berdiri)


Pengutusan dan Berkat
PF Pada Minggu Sengsara III ini, Saudara telah mendengar Firman Tuhan, untuk: ....(menyampaikan pesan Firman Tuhan dalam khotbah)...
Mari kita laksanakan Firman Tuhan ini dengan segenap hati dalam kehidupan kita hari lepas hari. Kiranya Roh Kudus akan menuntun dan memberi kekuatan kepada kita.

J Menyanyikan lagu “Melayani, melayani”

Melayani, melayani, lebih sungguh 2x
Tuhan lebih dulu melayani kepadaku
Melayani, melayani, lebih sungguh

Mengasihi, mengasihi, lebih sungguh 2x
Tuhan lebih dulu mengasihi kepadaku
Mengasihi, mengasihi lebih sungguh

PF Arahkanlah hati kepada Tuhan, dan sambutlah berkat-Nya:
“Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, dan mengokohkan kamu, sekarang dan selama-lamanya. Amin.”

J Amin, amin, amin

Minggu, 27 Februari 2011

TATA KEBAKTIAN MINGGU SENGSARA II GEREJA KRISTEN PASUNDAN (GKP)

Minggu, 13 Maret 2011

Tema:
“Allah Sanggup Menjadikan Yang Lemah Menjadi Kuat”


PERSIAPAN
 Doa Konsistori
 Saat Teduh diiringi Instrumentalia Musik.
 Pokok-pokok Warta Jemaat oleh MJ

PROSESI MASUK
MJ menyalakan 2 (dua) buah lilin kemudian mengundang jemaat berdiri dan menyanyikan KJ No. 17: 1-3 “Tuhan Allah Hadir”. Pelayan Firman dan Majelis Jemaat memasuki ruang ibadah.

VOTUM DAN SALAM
PF : Ibadah Minggu Sengsara II ini terjadi karena pertolongan kita adalah di dalam nama Tuhan yang menciptakan langit dan bumi.
J : Amin
PF : Salam Sejahtera bagi Saudara sekalian!
J : Salam Sejahtera bagi Saudara juga!

NAS PEMBIMBING

PF : Nas Pembimbing dalam Ibadah Minggu Sengsara II ini diambil dari I Korintus 1:27
J : (Menyanyikan) KJ No. 263:1-3 “Bagi Yesus Kuserahkan”

DOA SYUKUR (duduk)
PF: Mari kita menaikan syukur kita kepada Tuhan, kita berdoa:
Tidak dapat dipungkiri ya Tuhan kasih setia-Mu bagi kami. Terima kasih atas segala kepercayaan yang Engkau berikan dalam hidup ini. Terima kasih untuk berkat-berkat yang tercurah, bahkan terima kasih untuk setiap persoalan dan pergumulan karena di tengah-tengah itu ada tangan-Mu yang senantiasa menopang dan menguatkan kami.
J: (Menyanyikan) Refrein KJ No. 64 “Bila Kulihat Bintang Gemerlapan”
Maka jiwaku pun memuji-Mu: “Sungguh besar Kau Allahku!”
Maka jiwaku pun memuji-Mu: “Sungguh besar Kau Allahku!”


PENGAKUAN DOSA
PF : Ya Allah yang maha adil dan benar, Kami mengungkapkan diri kami yang lemah di hadapanMu. Kami menyadari bahwa sering kekhawatiran melanda diri. Kami mengkhawatirkan terlalu banyak hal: keluarga, pekerjaan, keamanan, kebutuhan hidup, dan masa depan. Kasihanilah kami Ya Tuhan!
J: (Menyanyikan) KJ No. 28:1 “Ya, Yesus, Tolonglah”
PF: Kami seringkali membiarkan rasa kuatir itu tinggal berlama-lama dan menguasai hati kami, serta mempengaruhi perilaku kami sehari-hari. Ampunilah kelemahan iman kami ya Tuhan, sebab kami meragukan kekuatan-Mu yang menjamin dan memelihara hidup kami. Kami terkadang menganggap rendah kuasa-Mu. Kami tidak percaya penuh kepada-Mu, sebab itu kami takut mempertaruhkan totalitas diri dan hidup kami ke tangan-Mu. Kasihanilah kami ya Tuhan.
J: (Menyanyikan) KJ No. 28:2
PF: Tak jarang kami menciptakan ilah-ilah lain untuk berlindung dan mencari rasa aman yang palsu. Kasihanilah kami, ya Kristus,sebab di tengah kesulitan dan pencobaan, kami begitu mudah menduakan Tuhan. Dan di tengah ancaman dan godaan kami begitu gampang meninggalkan Tuhan. Ampunilah dosa kami ya Tuhan, kasihanilah kami ya Kristus.
PF + J: Amin
BERITA ANUGERAH PENGAMPUNAN

PF : Jemaat Tuhan, bagi kita yang dengan penuh ketulusan merendahkan hati di hadapan Tuhan kini dengarkanlah Firman-Nya dari Roma 6:1-4 ………
J : Berdiri dan menyanyikan KJ No. 34:1,4 “Disalib Yesus Di Kalvari”

PEMBACAAN MAZMUR (berdiri)
(Secara berbalasan dari Mazmur 28:1-9 diakhiri dengan pujian dari KJ No. 48)

PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN duduk

• Doa Eplikese
PF: Mari kita berdoa memohon bimbingan Roh Kudus untuk Firman Tuhan yang akan kita baca dan renungkan, melalui pujian dari PKJ N0. 300 “Datanglah, Ya Roh Kudus”
(Dinyanyikan 3 x, diawali oleh Prokantor, dilanjutkan bersama-sama Jemaat)
• Pembacaan Alkitab : Keluaran 2:1-10
• Selesai pembacaan Alkitab:
PF : “Berbahagialah Setiap Orang yang mendengar Firman Tuhan dan yang melakukannya sehari-hari”
J : (Menyanyikan) Hosiana… Hosiana… Hosiana
• Khotbah

PADUAN SUARA/VOCAL GROUP

PENGAKUAN IMAN RASULI berdiri

PERSEMBAHAN SYUKUR

MJ : Saudara-saudara, marilah kita datang kehadirat Tuhan dengan membawa persembahan syukur kita, sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah dengan mengingat firman Tuhan: “Berilah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya,bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!” (Mzm. 96:8)

(Persembahan diiringi dengan nyanyian KJ No. 439: 1-dst “Bila Topa K’ras Melanda Hidupmu”)

DOA PERSEMBAHAN (berdiri)
MJ : Mari kita bawa persembahan kita dalam doa:
Ya Tuhan Allah, Engkau adalah sumber dari segala yang baik dan indah dalam kehidupan kami.
Sebagian dari pemberianMu kami serahkan kembali kepadaMu. Terimalah persembahan ini, ya Tuhan, sebagai tanda pengakuan kami bahwa Engkaulah yang memiliki tubuh, jiwa dan roh serta harta yang ada pada kami. Terimalah persembahan ini, ya Tuhan, sebagai tanda syukur dan terima kasih sebab kami sudah menerima banyak berkat dari-Mu. Terimalah persembahan ini, ya Tuhan, sebagai tanda iman,sebab kami percaya Engkau menjamin masa depan dan mencukupkan segala kebutuhan kami, sehingga kami tidak perlu kuatir untuk memberi, berbagi dan berkorban. Berkatilah persembahan yang kami kumpulkan ini, ya Tuhan, untuk keperluan perluasan kerajaanMu di dunia ini. Demi Kristus kami berdoa
J: Amin.

PADUAN SUARA/VOKAL GROUP (duduk)

DOA SYAFAAT (Diakhiri bersama-sama berdoa “Bapa Kami”)

PENGUTUSAN DAN BERKAT (berdiri)
PF : Pada Minggu Sengsara II ini, Saudara telah mendengar Firman Tuhan, untuk: ....(menyampaikan pesan Firman Tuhan dalam khotbah)...
Mari kita laksanakan Firman Tuhan ini dengan segenap hati dalam kehidupan kita hari lepas hari. Kiranya Roh Kudus akan menuntun dan memberi kekuatan kepada kita.

J : (Menyanyikan) KJ No. 412:1,2 “Tuntun Aku, Tuhan Allah”
PF : Dan kini terimalah berkat Tuhan:
“Kiranya Allah Bapa mangaruniakan damai sejahteraNya didalam kasih karunia Yesus Kristus, dan didalam pemeliharaan RohNya yang Kudus, menyertai Saudara-Saudari sekalian, sekarang dan selama-lamanya. Hosiana, Amin!
J : (Menyanyikan) Amin…. Amin … Amin


Saat Teduh

TATA KEBAKTIAN MINGGU SENGSARA I GEREJA KRISTEN PASUNDAN

Minggu, 6 Maret 2011

Tema:
“Takut akan Allah dengan Turut Menegakkan Kebenaran”


*lagu-lagu dalam kebaktian minggu sengsara ini bila memungkinkan diiringi oleh musik bernuansa etnik Sunda (degung) atau keroncongan.


 Persiapan (Doa Konsistori)
 Seorang Majelis Jemaat memasuki ruang kebaktian menyalakan lilin Minggu Sengsara I, kemudian menyampaikan salam pembuka kepada jemaat dan membacakan pokok-pokok warta jemaat.
 Saat Teduh

Pengantar Ibadah
MJ : Sidang Jemaat yang terkasih di dalam Tuhan kita Yesus Kristus, saat ini kita telah memasuki minggu-minggu sengsara, yakni masa untuk menghayati kembali pengorbanan Tuhan Yesus Kristus bagi umat manusia. Oleh karena itu, marilah kita sucikan hati dan tanggalkan semua beban pikiran agar kita dapat beribadah dengan sungguh-sungguh dan berkenan di hadapan-Nya.

Mari kita berdiri dan menyanyikan PKJ 4:1,2 “Angkatlah Hatimu Pada Tuhan”

(Sementara Jemaat bernyanyi Pelayan Firman dan Majelis Jemaat memasuki ruang kebaktian dari pintu depan gereja)

Votum dan Salam
PF: Kebaktian Minggu Sengsara I ini berlangsung dalam pengasihan Allah Bapa Pencipta langit dan bumi, yang kasih setia-Nya tidak berkesudahan bagi kita umat manusia dan bagi segenap ciptaan di bumi.
J: Amin
PF: Damai dan sejahtera melimpahi saudara yang hidup dalam iman dan kesetiaan kepada Yesus Kristus, Tuhan dan penebus kita!
J: Damai dan sejahtera melimpahi saudara juga!

Nas Pembimbing
PF: Firman Tuhan yang membimbing kita dalam kebaktian Minggu Sengasara I ini terambil dari Matius 10:28 : ..........................
J: Menyambut dengan menyanyikan PKJ 184:1,2 “Nama Yesus Termulia”

Doa Syukur (Jemaat duduk)
(dibawakan oleh MJ)

Menyanyikan Kidung Kabungahan 87:1-3 “Aya Hiji Gusti Luhur Pangkatna”


Pengakuan Dosa
MJ: Jemaat yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, ditengah segala berkat dan anugerah yang telah kita terima dan syukuri bersama, kita menyadari bahwa dosa masih melekat dalam kehidupan kita. Oleh karena itu kini tiba saatnya bagi kita, kembali mengakui dosa kita dan memohon pengampunan dari Tuhan. Mari kita berdoa.

........

Dengan kerendahan hati kami datang kepada-Mu untuk mengakui setiap dosa dan kesalahan kami. Sebagai pribadi kami menyadari bahwa kami seringkali gagal dalam membina diri untuk menjadi lebih baik. Kami lebih senang mencari kepuasan diri daripada melakukan perintah Tuhan. Firman yang kami dengar pun lebih sering berlalu tanpa meninggalkan jejak perubahan. Dalam perjuangan hidup kami seringkali terpikat untuk mempergunakan cara yang salah, sehingga kebenaran tak lagi terpancar dari dalam diri kami. Sungguh kami berdosa di hadapan-Mu, kasihanilah kami ya Tuhan.

J: Menyanyikan Kidung Kabungahan 39:1 “Sim Abdi Hayang Pisan”

MJ: Dalam kehidupan berkeluarga, kamipun menyadari bahwa kehadiran kami belum sepenuhnya memenuhi harapan Kristus. Cinta kasih di antara kami masih terasa semu, karena ego dan keangkuhan diri masing-masing anggota keluarga. Bukan saling mendukung, malah saling menyalahkan dan mencari pembenaran sendiri. Kesalahpahaman kecil bisa menjadi perselisihan yang panjang dan menimbulkan luka hati yang sulit untuk disembuhkan. Sungguh kami berdosa di hadapan-Mu, kasihanilah kami ya Tuhan.

J: Menyanyikan Kidung Kabungahan 39:2 “Sim Abdi Hayang Pisan”

MJ: Seperti hidup berkeluarga, demikian pula hidup berjemaat. Masih sering kami saling menyimpan rasa curiga. Berlomba menunjukkan kasih tapi sayang tanpa ketulusan. Apa yang kami lakukan hampa, karena seringkali tidak disertai oleh motivasi yang benar. Gereja yang seharusnya menjadi tempat bersemayanya damai dan sejahtera, perlahan berubah menjadi tempat berlabuh manusia berhati picik dan bermuka dua. Kami terlena dan terlelap, sehingga persekutuan yang kami jalin berhenti melangkah maju. Sungguh kami berdosa di hadapan-Mu, ampunilah kami ya Tuhan. Amin.

J: Menyanyikan Kidung Kabungahan 39:3 “Sim Abdi Hayang Pisan”

Berita Anugerah dan Petunjuk Hidup Baru
PF: Dalam Yesaya 43:1b, Allah telah berfirman : ... “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.” Terpujilah Allah Bapa, yang berlimpah anugerah. Ia tidak meninggalkan kita, Ia senantiasa hadir untuk membasuh dan memulihkan hidup kita. Marilah kita sambut anugerah dari Allah dengan hati penuh syukur, disertai tekad untuk menata hari esok dengan perbuatan yang berkenan di hadapan Allah, seperti tertulis dalam I Petrus 1:13-16 : ............................

Sebagai tanda bahwa persekutuan kita dengan Allah dan dengan sesama telah dipulihkan marilah kita bangkit berdiri saling berjabat tangan sambil menyanyikan lagu “Kucinta Keluarga Tuhan”

Kuncinta k’luarga Tuhan, terjalin mesra sekali
Semua saling mengasihi betapa s’nang kumenjadi k’luarganya Tuhan
Pembacaan Mazmur : Mazmur 99:1-9
• Dipandu oleh MJ
• Setelah pembacaan Mazmur jemaat menyambut dengan KJ 48 “Kemuliaan Bagi Bapa”

Pemberitaan Firman Tuhan (Jemaat duduk)
• Doa Eplikese
• Pembacaan Alkitab : Keluaran 1:15-22
Selesai pembacaan Alkitab:
PF “Berbahagialah Setiap Orang yang mendengar dan melakukan Firman Tuhan dalam hidupnya.”
J (Menyanyikan) Hosiana… Hosiana… Hosiana
• Khotbah

Pengakuan Iman Rasuli (Jemaat berdiri)
(dipandu oleh Majelis Jemaat)

Paduan Suara/ Vocal Group (Jemaat duduk)

Doa Syafaat
Doa syafaat dibawakan oleh perwakilan jemaat terdiri dari seorang ibu, bapak, anak/pemuda, dan ditutup oleh PF, dengan pokok doa sebagai berikut:
Seorang ibu:
- Mendoakan setiap pribadi anggota jemaat dalam perjuangan menyatakan kebenaran di tengah hidup keluarga, gereja, tempat kerja, dan masyarakat.
- Kegiatan persekutuan, pelayanan, dan kesaksian di jemaat dan seluruh bagian GKP.
Seorang bapak:
- Mendoakan pelaksanaan hasil keputusan rapat kerja sinode dalam lingkup sinodal, klasis, dan jemaat.
- Mendoakan para pelayan, yakni pendeta, vikaris, majelis jemaat, dan komisi-komisi di lingkungan GKP agar dapat melayani dengan sepenuh hati, tulus, dan menjunjung tinggi kebenaran.
Seorang anak/pemuda:
- Mendoakan perjuangan bangsa mengatasi setiap krisis dan konflik, juga para korban bencana alam.
- Mendoakan para pemimpin bangsa agar bisa memerintah dengan adil dan bijaksana, serta mengutamakan kepentingan rakyat.
PF :
- Mendoakan anggota jemaat yang sakit, berulang tahun, dan pergumulan pribadi anggota jemaat.
- Mengakhiri dengan Doa Bapa Kami.

Persembahan Syukur
MJ : Saudara-saudara, marilah kita datang kehadirat Tuhan dengan membawa persembahan syukur kita, sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah, sambil mengingat pesan Firman Tuhan dalam Amsal 3:9-10 : ..........
Persembahan diiringi nyanyian Kidung Kabungahan 14:1, dst. “Nun Panuyun nu di Manggung”

Doa Persembahan (Jemaat berdiri)

Pengutusan dan Berkat
PF : Pada Minggu Sengsara I ini, Saudara telah mendengar Firman Tuhan, untuk: ....(menyampaikan pesan Firman Tuhan dalam khotbah)...
Mari kita laksanakan Firman Tuhan ini dengan segenap hati dalam kehidupan kita hari lepas hari. Kiranya Roh Kudus akan menuntun dan memberi kekuatan kepada kita.

J: Menyanyikan PKJ 185:1,3,5 “Tuhan Mengutus Kita”

PF: Arahkanlah hati kepada Allah dan sambutlah berkat-Nya:
“Allah Bapa di dalam Yesus Kristus kiranya mengaruniakan kepada saudara damai sejahtera dalam segala hal. Persekutuan hidup dengan Roh Kudus senantiasa menopang dan meneguhkan saudara sekarang sampai selama-lamanya. Hosiana, Amin.”

J: Hosiana 5x, Amin 3x (Dinyanyikan)

Saat Teduh

Rabu, 10 Februari 2010

LITURGI MINGGU SENGSARA I GEREJA KRISTEN PASUNDAN (GKP)

LITURGI
MINGGU SENGSARA I
GEREJA KRISTEN PASUNDAN (GKP)
Minggu, 14 Februari 2010

Tema:
“SEMUA KARENA KASIHNYA”



PERSIAPAN
-Doa Konsistori
-Saat Teduh diiringi Instrumentalia Musik.
-Pokok-pokok Warta Jemaat oleh MJ

PROSESI MASUK
MJ : Saudara-saudara, hari ini kita akan memasuki Minggu Sengsara yang pertama Mari kita bangkit berdiri, dan memuji Tuhan dari PKJ 298 “Angkatlah Gita Baru”
(dinyanyikan 3x atau lebih sampai Prosesi selesai & diawali oleh Pemandu Pujian/Kantoria)

Pelayan Firman dan Majelis Jemaat memasuki ruang ibadah dari pintu masuk utama. Seorang Majelis Jemaat membawa satu buah lilin dan menyalakannya sebagai tanda memasuki Minggu Sengsara I sebagai bagian dari Masa Raya Paskah.

VOTUM DAN SALAM

PF : Ibadah Minggu Sengsara I ini terjadi karena pertolongan kita adalah di dalam nama Tuhan yang menciptakan langit dan bumi.
J : Amin
PF : Salam Sejahtera bagi Saudara sekalian!
J : Salam Sejahtera bagi Saudara juga!

NAS PEMBIMBING

PF : Nas Pembimbing dalam Ibadah Minggu Sengsara I ini diambil dari Injil Yohanes 3:16………………
J : (Menyanyikan) PKJ No. 242:1-2 “Seindah Siang Disinari Terang”

DOA SYUKUR (duduk)

MJ : Saudara-saudara…
Betapa kita patut bersyukur atas segala kasih dan setia Tuhan. Hari demi hari kita lalui, badai dan gelombang silih berganti menerpa kehidupan kita. Namun karena anugerah-Nyalah kita diberikan kekuatan hingga tegar berdiri saat ini. Karenanya mari kita naikkan syukur kita kepada Tuhan. Yang akan kita awali dengan doa syukur kita secara pribadi kepada Tuhan di dalam Saat teduh

Umat Bersyukur secara pribadi dengan diiringi instrument musik dari PKJ No. 299 “Bersyukur Puji Tuhan”

MJ : Syukur kami haturkan ke hadirat-Mu yang kudus ya Allah Bapa, karena kasih setiaMu kepada kami sepanjang kehidupan ini. Kami bersyukur atas keselamatan yang telah Engkau berikan di dalam Putera-Mu Yesus Kristus sehingga kami dilayakan untuk datang menghadap tahtaMu yang Kudus.
J : Menyanyikan PKJ 299 (2x)
MJ : Kami bersyukur atas pergumulan dan persoalan yang kami hadapi di dalam keluarga karena ditengah-tengah persoalan tersebut kami percaya ada tangan kasihMu yang senantiasa menopang dan menguatkan kami.
J : Menyanyikan PKJ 299 (2x)
MJ : Kami bersyukur atas persekutuan kami, Gereja Kristen Pasundan, yang telah Engkau sertai dan berkati. Kendati begitu banyak tantangan dan masalah yang kami hadapi baik dalam kehidupan berjemaat, klasikal dan sinodal, kami tetap dimampukan untuk terus melangkah, terlebih ketika kami akan memasuki usia yang ke 76 tahun. Itu semua karena kasih setiaMu.
J : Menyanyikan PKJ 299 (2x)
MJ : Kami bersyukur atas tahun-tahun yang Engkau nyatakan bahkan pada hari ini kami memasuki Minggu Sengsara I. Selama 7 minggu ke depan mampukan kami untuk terus memaknai Minggu-minggu Sengsara Kristus dalam kehidupan pribadi, keluarga, persekutuan dan kehidupan bermasyarakat.
MJ + J : Terpujilah Engkau ya Allah Bapa didalam Yesus Kristus, sekarang sampai selama-lamanya, Amin!

PENGAKUAN DOSA

PF : Mari kita berdoa:
Tuhan, sungguh kami menyadari bahwa hidup yang kami jalani begitu berat. Keterpurukan seringkali kami hadapi, kegagalan dan kehancuran menjadi makanan kami. Kami seringkali kecewa ketika impian dan harapan kami tak sesuai dengan kenyataan.
J : Kami mengakui Tuhan bahwa kekecewaan seringkali hadir dalam kehidupan pribadi, keluarga pekerjaan, bahkan dalam persekutuan kami. Akibtnya mata hati kami tertutup untuk menatap cahaya kasih-Mu, dosa telah menyilaukan kami
PF : Seringkali kami memaksakan apa yang kami inginkan tanpa mau melihat apa yang sebenarnya Engkau kehendaki. Hati kami telah dibutakan oleh kerakusan, ketamakan dan ketidakpuasan.
J : Sungguh sikap yang buruk tersebut telah membuat kami semakin jauh dari pada-Mu. Kami semakin kehilangan kasih setia-Mu
PF : Namun kami percaya bahwa Engkau Allah yang tidak membiarkan kami lari daripada-Mu. Kami percaya Engkau akan merangkul dan memulihkan kehidupan kami. Karenanya ampunilah dan kasihilah kami yang berdosa ini.
J : Mampukan kami ya Tuhan untuk menjalani hidup yang Engkau karuniakan, terlebih ketika kami mensyukuri kasih karunia yang Engkau berikan melalui Putera-Mu Yesus Kristus Tuhan dan Juru’slamat kami.
P+J : (Menyanyikan) Kidung Kabungahan No. 38:1-2 “Nun, Gusti Nu Sipat Murah”

BERITA ANUGERAH PENGAMPUNAN

PF : Bagi kita yang dengan penuh kejujuran dan ketulusan merendahkan diri dan hati di hadapan Tuhan, maka sekarang dengarlah Firman Tuhan dari Mazmur 103:8-14…………
J : ( Berdiri & Menyanyikan) PKJ No. 200 “Ku Diubahnya”

PEMBACAAN MAZMUR (berdiri)
(Secara berbalasan dari Mazmur 6 diakhiri dengan pujian dari KJ No. 48)

PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN duduk

• Doa Eplikese
• Pembacaan Alkitab : Efesus 2:1-10
• Selesai pembacaan Alkitab:
PF : “Berbahagialah Setiap Orang yang mendengar Firman Tuhan …
J : (Menyanyikan) Hosiana… Hosiana… Hosiana
• Khotbah

PADUAN SUARA/VOCAL GROUP

PENGAKUAN IMAN RASULI
MJ: Mari kita berdiri untuk menyatakan iman dan percaya kita bersama dengan gereja dari segala abad dan tempat: Aku Percaya…..

PERSEMBAHAN SYUKUR (duduk)

MJ : Saudara-saudara, marilah kita datang kehadirat Tuhan dengan membawa persembahan syukur kita, sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah”.

(Persembahan diiringi dengan nyanyian PKJ No. 148:1-dst “T’rima Kasih Ya Tuhanku”

DOA PERSEMBAHAN (berdiri)

PADUAN SUARA/VOKAL GROUP (duduk)

DOA SYAFAAT (Diakhiri bersama-sama berdoa “Bapa Kami”)

PENGUTUSAN DAN BERKAT (berdiri)

PF : Pada Minggu Sengsara ini, Saudara telah mendengar Firman Tuhan yakni:
…(pesan Firman Tuhan yang telah disampaikan)
J : (Menyanyikan) PKJ No. 265:1-2 “Bukan Kar’na Upahmu”

PF : Dan kini terimalah berkat Tuhan:

“Kiranya Allah Bapa mangaruniakan damai sejahteraNya didalam kasih karunia Yesus Kristus, dan didalam pemeliharaan RohNya yang Kudus, menyertai Saudara-Saudari sekalian, sekarang dan selama-lamanya. Amin!

J : (Menyanyikan) Amin…. Amin … Amin


Saat Teduh

LITURGI MINGGU SENGSARA II GEREJA KRISTEN PASUNDAN (GKP)

LITURGI
MINGGU SENGSARA II
GEREJA KRISTEN PASUNDAN (GKP)
Minggu, 21 Februari 2010

“SIKAP PENGIKUT YESUS YANG BENAR”


PERSIAPAN
-Doa Konsistori
-Saat teduh
-Warta Jemaat (MJ membacakan pokok-pokok Warta Jemaat)

PROSESI MASUK
MJ menyalakan 2 (dua) buah lilin kemudian mengundang jemaat berdiri dan menyanyikan KJ No. 21: 1-2 “Hari Minggu, Hari Yang Mulia” Pelayan Firman dan Majelis Jemaat memasuki ruang ibadah.

VOTUM & SALAM

PF : Ibadah Minggu Sengsara II ini berlangsung karena pertolongan Tuhan yang menjadikan langit dan bumi
J : Amin
PF : Salam Sejahtera bagi Saudara yang datang di dalam nama Tuhan
J : Salam Sejahtera bagi Saudara juga

NAS PEMBIMBING
PF : Manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan juga dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Karena itu dengarkanlah Firman Tuhan sebagai Nas Pembimbing ibadah saat ini yang terambil dari Yohanes 5:17 ………
J : (Menyanyikan) KJ No. 309 “Biar ‘Ku Tumbuh Di Batangmu”


LITANI SYUKUR (duduk)
P: Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya
J: supaya jalan-Mu dikenal di bumi dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa
P: Kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu ya Allah, kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai
J: sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi
P: Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah serta bersukacita
J: sebab Allah yang memberkati kita dan menuntun kita
P+J: (Menyanyikan) PKJ No. 14 “Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan”


PERENDAHAN HATI
MJ membacakan puisi:

Dalam keheningan hati…
Menatap jalan yang penuh duri
Membayangkan perih yang menerpa,
Terbakar dalam kehampaan jiwa

Jalan-Mu kecil dan sempit
Buat ku enggan tuk melangkah
lalu berbalik arah

Aku teriak dalam sunyi
Aku menangis dalam sepi
Terjebak dalam pusaran hampa
Ketika sadar jalan yang salah
Kutempuh tanpa pahami arah

Kini kumenatap-Mu dalam pasrah
Memohon kepada-Mu dalam resah
‘tuk berharap Kau menjamah
Kembali dalam langkah
Bersama-Mu ku yakin dan berserah
(St)

Setelah puisi langsung dilanjutkan dengan nyanyian dari Solist menyanyikan lagu “Sejauh Timur dari Barat” dengan suara lembut, dan Jemaat mengakui dosa secara pribadi
J: (Menyanyikan) Sejauh Timur dari Barat

BERITA ANUGERAH PENGAMPUNAN

PF : Jemaat Tuhan, bagi kita yang dengan penuh ketulusan merendahkan hati di hadapan Tuhan kini dengarkanlah Firman-Nya: “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Jika kamu mau menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu” (Yes. 1:18-19)
J : Berdiri dan menyanyikan PKJ No. 239:1-2 “Perubahan Besar”

PEMBACAAN MAZMUR
Mazmur 16 (Berdiri dan bersahutan diakhiri dengan nyanyian KJ No. 48)

PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN (duduk)
• Doa permohonan bimbingan Roh Kudus
• Pembacaan Alkitab: Matius 16:21-28
• Selesai pembacaan Alkitab:
P F : “Berbahagialah Setiap Orang yang mendengar Firman Tuhan ….”
J : (Menyanyikan) Hosiana… Hosiana… Hosiana
• Khotbah

PADUAN SUARA/VOKAL GROUP

PENGAKUAN IMAN RASULI (berdiri)
MJ : Marilah kita bangkit berdiri untuk menyatakan Pengakuan Iman Percaya kita bersama dengan Gereja dari segala abad dan tempat, dengan menyanyikan KJ No. 280:1-3 “Aku Percaya”

PERSEMBAHAN SYUKUR (duduk)

• MJ membacakan ayat pengantar persembahan Amsal 3:9-10
• Persembahan diiringi nyanyian KJ No. 450:1 “Hidup Kita Yang Benar”
• Doa Persembahan (berdiri)

DOA SYAFAAT, diakhiri dengan Doa Bapa Kami (duduk)

PENGUTUSAN DAN BERKAT (berdiri)

PF : Saudara - Saudaraku, pergilah dalam perlindungan kasih Tuhan yang senantiasa menyertai dan memberkati hidup kita serta ingatlah akan firman-Nya yakni: …… (inti khotbah yang disampaikan)

J : (Menyanyikan) KJ No. 424:1-2 “Yesus Menginginkan Daku”

PF : Kini terimalah Berkat Tuhan:

“Tuhan kiranya memberkati dan memelihara Saudara. Tuhan kiranya menerangi Saudara dengan wajahNya, dan mengasihani Saudara. Tuhan kiranya menunjukkan wajahNya kepada Saudara, dan mengaruniakan selamat, Amin

J : Amin, Amin, Amin ……


Saat Teduh

Sabtu, 11 April 2009

RENUNGAN PASKAH 2009

Ibadah Paskah, 12 April 2009
Nas Pembimbing : I Petrus 1:3-4
Bahan Khotbah : Roma 5:1-11

“Bermegah di dalam iman kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus”


Pembukaan

Saudara-saudara,
• Hal apakah yang saudara banggakan dalam hidup saudara? Kita bisa menyebutkan sederet kebanggaan kita misalnya: kita bangga terhadap keluarga: isteri yang baik, suami yang setia, anak yang berbakti. Kita bangga dengan prestasi-prestasi kita, bangga dengan kekayaan yang kita miliki, bangga dengan status dan jabatan ita, dsb.
• Tapi apakah saudara tahu, bahwa kebanggaan duniawi tadi, adalah kebanggaan yang semu, kebanggaan yang sia-sia. Mengapa? Karena ketika saudara Tuhan panggil, ketika kita mati, kembali kepada Sang Pencipta, itu semua tidak ditanyakan, itu semua tidak menolong, itu semua tidak menyelamatkan.  Seberapa hebat diri kita, seberapa besar kehormatan kita, seberapa banyak kekayaan kita maka dihadapan Tuhan itu semua tidak ada artinya.
• Lalu jika hal-hal yang bersifat duniawi tadi adalah kebanggaan yang semu, apa yang harus kita banggakan dalam hidup kita? Apa yang harus kita megahkan dalam hidup kita? Firman Tuhan mengatakan bahwa sebagai orang percaya, sebagai umat Tuhan, yang harus kita banggakan bahkan kita megahkan adalah iman kita kepada Allah di dalam Tuhan kita Yesus Kristus, yang telah menebus, yang telah menyelamatkan kita dari kebinasaan.
• Mari kita lihat kembali Firman yang terambil dari Roma 5:1-11

Tafsiran
• Dalam Surat Paulus kepada Jemaat di Roma Pasal 15 ayat 1-2 berkata: …
Rasul Paulus mengungkapkan kepada Jemaat Roma dan juga kita bahwa mereka (dan kita) telah dibenarkan oleh iman kepada Allah melalui Tuhan Yesus Kristus. Karena dibenarkan kaena iman inilah seharusnya umat Tuhan hidup dalam damai sejahtera.
Hal ini penting diungkapkan Paulus karena Jemaat Roma berlatar belakang Yahudi, dimana ada beberapa orang yang masih melaksanakan hukum taurat (ritual-ritual, aturan-aturan dan hukum) sebagai kewajiban, jika tidak dilakukan maka Jemaat tidak selamat.
Kesalahan bukan di hukum Taurat itu tapi ketika hukum dan aturan dilaksanakan dengan ketat tanpa disertai hati dan iman. Semuanya bersifat formalistik, hanya menekankan bungkusan-bungkusan ritual tapi hati dari orangnya bobrok. Lebih jelasnya lagi Paulus katakan dalam Roma 3:20 :……………Karena terlalu menekankan hukum dan aturan, terjebak dalam kesalehan palsu, sehingga orang jadi lupa kepada sang pemberi Hukum Taurat itu sendiri yakni Tuhan.

• Relevansi: Dalam kehidupan umat Kristen, skrg ini tak jarang kita jumpai bentuk-bentuk kesalehan palsu, misalnya tentang hal beribadah. Ibadah mingguan, seringkali menjadi kebiasaan, ibadah menjadi formalistik. Orang menganggap setiap hari Minggu ke gereja cukup. Kita bangun di pagi hari, berangkat ke gereja, duduk manis di gereja, kalau khotbahnya lucu kita ketawa, kalau khotbahnya lama kita tertidur, kalau MJ salah kita menggerutu, kalau doa syafaat kita keluar sebentar, kalau kebaktiannya lama kita pulang duluan.
• Kita menjadi lupa, untuk apa, dan untuk siapa kita datang ke Gereja. Apakah untuk memuaskan diri kita? untuk menyenangkan hati kita? Untuk mengisi hari libur kita? Tidak! Tapi kita datang ke gereja untuk beribadah kepada Tuhan, berjumpa dengan Tuhan, memuji dan memuliakan Tuhan, mendengarkan Firman Tuhan dengan seluruh hati, jiwa dan pikiran kita. Bukan hanya sekedar badan kita saja, sementara hati kita ditinggal di rumah.
• Saudara-saudara, dari atas mimbar ini saya bisa melihat ke seluruh areal, bawah dan atas, pojok kanan, kiri (bukan hanya di GKP Bekasi saja). Jujur saya katakan bahwa saya sungguh sangat sedih bahwa tak sedikit yang datang ke gereja, beribadah, tapi tidak sungguh-sungguh beribadah. Ada yang mengobrol, ada yang ngantuk, ada yang melamun, ada yang acuh tak acuh, ada yang keluar-masuk, ada yang tatapannya kosong dsb.
• Saya sedih bukan karena saya merasa tidak dihargai, bukan, bukan itu. Saya, bahkan Pdt/pengkhotbah hanyalah sarana, alat Tuhan. Yang memimpin ibadah saat ini sesungguhnya adalah Tuhan bukan manusia. Saudara datang untuk Tuhan. Kalau tujuan kita, motivasi kita adalah untuk memuliakan Tuhan, maka saudara akan memberi yang terbaik untuk Tuhan. Artinya ketika kita menyanyi ya kita memuji Tuhan dengan hati kita, kita berdoa ya berdoa kepada Tuhan bukannya tidur. Ketika kita memberi persembahan ya kita juga mempersembahkan untuk Tuhan. Jgn pusing nanti persembahan kita dipakai dengan benar atau tidak, digunakan dengan benar atau tidak. Apa yang saudara persembahkan itu menjadi miliki Tuhan, dan jika ada yang mengambilnya, atau tidak jujur dalam pengelolaannya berarti urusannya dengan siapa? … ya dengan Tuhan
• Ketulusan hati dalam beribadah adalah yang terpenting dan terutama. Hati yang mau mencari dan memuliakan Tuhan.
• Lalu bagaimana dengan saudara, ketika saudara datang ke gereja skrg ini: beribadah sebagai formalitas atau saudara mau datang untuk menyembah dan memuliakan Tuhan? Yang mana? Katakan dan tunjukkan bukan kepada saya tapi kepada Tuhan. Tunjukan bahwa kita bangga bahkan bermegah karena kasih karunia Allah bagi kita: karena Tuhan kita Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit bagi kita!

• Kita lanjutkan dalam ayat 3-5 katakan…..
Berbangga hati, bermegah karena kasih karunia, oke bisa kita lakukan. Tapi bangga dengan kesengsaraan, bermegah dalam kesusahan, bagaimana bisa? Bukankah kesengsaraan itu bukan hal yang menyenangkan, bukan keinginan, bukan kehebatan, bahkan bisa dikatakan sebagai aib, sesuatu yang buruk? Apa artinya kita bermegah dalam kesengsaraan?
• Ini yang harus saudara catat dan ingat baik-baik: firman Tuhan melalui surat Paulus katakan: bahwa kesengsaraan, kesusahan, penderitaan yang saudara alami menimbulkan ketekunan. Artinya orang sengsara, yang susah, yang menderita tidak akan berdiam diri saja, ia pasti mencari solusi, mencari jalan keluar, mencari jalan pemecahan, berusaha sekuat tenaga, dan diperlukan ketekunan, kesabaran.
• Dan orang yang tekun, orang yang sabar, orang yang mengandalkan Tuhan, akan menjadi tahan uji, artinya memiliki mental yang kuat, memiliki pondasi yang mantap, bahkan memiliki iman yang berkualitas, yang menghasilkan pengharapan, keyakinan akan pertolongan Tuhan karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati saudara oleh kuasa Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Saudara-saudara,
• Ketika saudara diizinkan Tuhan untuk sengsara, diizinkan untuk menderita, itu adalah penderitaan yang biasa, karena Tuhan Yesus jauh lebih menderita dari kita. Dalam ayat 6-7 katakan………

Saudara-saudara,
• Penderitaan bahkan kematian Kristus Yesus telah memperdamaikan kita dengan Allah, kita bukan lagi menjadi orang durhaka yang akan binasa melainkan:…. lihat ayat 9-10 yang berkata:………… ketika kita percaya dan beriman kepada Allah, kita meyakini Yesus Kristus adalah Tuhan dan Jurus’lamat kita maka FT katakan kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah, bukan mudah-mudahan, bukan semoga saja tapi pasti!
• Dan dalam ayat 11 katakan: ………...
• Inilah berita Paskah, bukan sekedar Yesus telah bangkit, bukan sekedar berita kubur yang kosong, tapi Ia yang telah menyelamatkan saudara dan saya. Yang telah memberikan jaminan dan kepastian bahwa kita telah diselamatkan. Mendapat bagian dalam Kerajaan-Nya yang kekal.


Penutup

Saudara-saudara,
• Pertanyaan dan perenungan akhir dari khotbah saya: Jika saudara telah mendapat jaminan, kepastian dari Tuhan kita Yesus Kristus, suatu anugerah yang luar biasa, dimana saat ini banyak orang mencari jalan untuk keselamatan, dan masih blm menemukan, di dalam pencarian, tapi saudara (kita) sudah berada di jalan kebenaran itu, apa yang sudah saudara lakukan untuk berterima kasih kepada Tuhan kita Yesus Kristus? Sudahkah saudara memuliakan Dia dengan apa yang saudara miliki: hati, jiwa, waktu, tenaga, kekayaan yang saudara miliki? Tuhan sudah memberi yang terbaik untuk kita, sudahkah kita memberikan yang terbaik untuknya? Mari kita jawab itu bukan dengan kata-kata tapi dengan tindakan, karya saudara di hadapan Tuhan.
• Selamat Paskah! Tuhan memberkati!



Pdt. Stefanus Parinussa, S.Si